Wednesday, October 31, 2018

Kekuatan penyembuhan penyakit melalui ayat-ayat Al-Quran



Kekuatan penyembuhan penyakit melalui ayat-ayat Al-Quran

Oleh: Abdul Daem Al-Kaheel, www.kaheel7.com
Diterjemahkan oleh : Admin isuhangat.net

Allah SWT berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”
Al-Isra:82

Tujuan Eksperimen
Eksperimen ini merupakan hasil dari kajian yang dilakukan selama lebih dari tiga tahun melalui research, pelajaran, dan eksperimen yang dimaksudkan untuk menetapkan dasar ilmiah pengubatan melalui Al-Quran, serta membuktikan adanya mukjizat baru dalam Al-Qur’an yang saya sebut dengan:
“Kekuatan penyembuhan penyakit melalui ayat-ayat Al-Quran”. Juga bertujuan untuk mencari jenis ubat terbaru yang saya namakan dengan:
“Perubatan Informasi”.

Mengenai Penulis
 


Ir. Abdel Daem Al-Kaheel adalah seorang saintis, da’i dan orang yang menemui sistem angka tujuh dalam Al-Qur’an Al-Karim, beliau juga adalah seorang pengarang lebih dari dua puluh buku dan booklet tentang tiga puluh mukjizat Al-Quran Al-Karim dan Sunnah Nabawiyah.

Dia dilahirkan di kota Homs, Suriah pada tahun 1966 dan hafal Al-Quran dan memiliki cara kreatif dalam menghafal Al-Quran, dan banyak menghadirkan visi ilmiah terbaru untuk pengubatan Al-Qur’an.

Apakah perubatan dengan Al-Quran dibenarkan? 
 
Perubatan menggunakan Al-Quran adalah seratus persen dibenarkan, kerana dengan yakin telah terbukti pada diri saya bahwa Al Qur’an adalah ubat yang mampu menyembuhkan segala penyakit samada fizikal dan psikologi, penyakit gila, kejang, bisikan, iri hati, sihir dan sebagainya.
Jadi mari kita mulai bekerja sama untuk meletakkan dasar-dasar ilmiah dari berbagai jenis pengubatan yang paling banyak memberikan kekuatan yang efektif dan mudah, sehingga memungkinkan kita mampu meyakinkan para doktor tentang manfaat pengubatan yang mengkagumkan ini! Dan kami ingatkan bahwa sumber-sumber kajian ini terdiri dari 27 rujukan antarabangsa yang dipercayai.

Atom adalah struktur asas alam semesta 
 

Ketika kita melihat akan alam semesta maka akan ditemui bahawa alam terdiri dari jutaan atom dan setiap atom berada dalam keadaan bergerak tiada henti.


Semuanya terdapat dalam otak 

 

Di dalam otak terdapat lebih dari satu juta juta sel, setiap sel adalah ibarat komputer yang rumit bekerja dalam koordinasi dengan seluruh sel dan tanpa henti.

Gelombang elektromagnetik bersumber dari otak


 
Para saintis baru-baru ini menemui bahawa sel-sel otak bergetar dan mengirimkan gelombang elektrik dan magnet, yang mencerminkan aktiviti otak pada manusia. Jadi sel-sel otak selalu bergetar dan selalu dipengaruhi oleh getaran walau apapun bentuknya.

Tubuh adalah terdiri dari sel-sel


Seluruh sel-sel dalam tubuh juga tanpa terkecuali mengalami getaran, dan seterusnya akan memberikan pengaruh pada segala jenis getaran; mekanik, elektrik dan magnetik.

Terapi dengan suara
 
Baru-baru ini muncul pelbagai cara alternatif untuk melakukan terapi dan pengubatan, iaitu terapi melalui suara. Dan para pengkaji telah menemui bahawa suara manusia memiliki kemampuan penyembuhan yang luar biasa terhadap berbagai penyakit, seperti kanser.

Namun pertanyaannya adalah:
Bagaimana suara dapat memberikan penyembuhan, dan apakah semua suara dapat memberikan penyembuhan?

Neuron akan bergetar kerana kesan suara

 

Dalam Al Qur’an menyebutkan bahawa pendengaran adalah lebih awal sebelum penglihatan, dan ini merupakan menunjukkan betapa pentingnya kesan suara dalam penyembuhan!



Suara merupakan gelombang yang tersebar di udara 
 

Suara bergerak di udara dengan kecepatan 340 meter sesaat, getaran yang berasal dari tenggorok dan menyebar melalui udara sehingga mencapai telinga pendengaran, dan kemudian berpindah melalui telinga ke seluruh bahagian tubuh.

Mekanisme pendengaran pada manusia

Bahawa telinga memiliki hubungkait dengan seluruh anggota tubuh, kerana itu setiap suara akan berpindah dan melintasi ke seluruh bagian tubuh dan mempengaruhinya.

Semua sel-sel tubuh dipengaruhi oleh frekuensi akustik (bunyi)


 


Telinga memiliki hubungkait dengan seluruh anggota , kerana itulah patut diberi tahu bahawa tubuh selalu berpindah ke seluruh bagian tubuh dan memberikan pengatuh atasnya.



Setiap gelombang suara akan mempengaruhi sel


Sel tubuh selalu dipengaruhi oleh volume suara, dan memberikan tanggapan atas setiap suara dan mengubah cara getarannya, dengan kata lain suara akan melakukan perubahan gerakan mekanisme , dan menjadi lebih tahan terhadap virus ketika dipengaruhi oleh adanya frekuensi tertentu.

Percubaan ilmiah
Sekumpulan saintis selama lebih dari setengah abad melakukan ujikaji terhadap kesan suara pada sel manusia yang sihat dan sakit, dan mereka menyimpulkan bahawa beberapa frekuensi suara dapat mempengaruhi sel-sel kanser lalu meledakkannya, dan pada masa yang sama memberikan pengaruh pada sel-sel sihat dan meningkatkan aktivitinya!

Sel Kanser diaktifkan oleh adanya suara tertentu


  Frekuensi suara mempengaruhi medan elektromagnetik sel


Sebuah gambaran nyata dari sebuah sel yang terhasil oleh kata-kata tertentu dan menyebabkan penyebaran ke medan elektromagnetik di sekitarnya, sehingga menjadi lebih aktif daripada sebelumnya!
Sel darah juga dipengaruhi oleh suara manusia dan mengubah medan elektromagnetik di sekitarnya, dan pada frekuensi tertentu akan mengaktifkan sel ini.



Bentuk Sel-sel darah semasa dirakam dengan menggunakan kamera Carlean, dan kelihatab lingkaran dengan bentuk suara disekitarnya.
 



 
Eksperimen ini menunjukkan bahawa ketika kita mendengarkan satu perkataan (firman Allah) sel-sel darah memberikan kekebalan dan memberikan pengaruh dan ketika mendapatkan beberapa kata (ayat-ayat) tertentu maka akan lebih banyak aktif dan tahan terhadap penyakit, dan telah dibuktikan bahawa suara pesakit sendiri adalah yang paling banyak memberikan pengaruh!

Beberapa informasi penyembuhan

Setiap ayat Al-Quran pada hakikatnya memiliki informasi penyembuhan spesifik pada penyakit tertentu, dan untuk menjamin pemindahan informasi ini ke berbagai sel-sel tubuh untuk menjadi perantara, dan media terbaik untuk itu adalah air, madu dan minyak zaitun, semuanya merupakan media yang diberkahi, sebagaimana Allah telah memberikan informasi khusus tentang penyembuhan, namun jika kita cari dengan suara AlQuran, maka tingkat tenaga akan bertambah dan menyimpan informasi pemulihan lalu mentransfernya ke sel-sel tubuh, dan ini yang akan meningkatkan kemungkinan penyembuhan, Insya Allah.

Kristal air dipengaruhi oleh suara



Air memiliki kemampuan luar biasa untuk menyimpan suara dan mentransfernya ke sel-sel tubuh, dan kita ingat bahawa tubuh manusia mengandung 70 persen air! Jadi dengan membaca Al-Quran maka akan meningkatkan tenaga air dan memberikan kemampuan untuk menyembuhkan, serta mampu mentransfer informasi yang dibawa oleh ayat-ayat Al Qur’an untuk setiap sel tubuh!

 Minyak zaitun dan madu dipengaruhi oleh suara!



Ketika membaca ayat-ayat Al Qur’an pada madu atau minyak zaitun, maka tenaga akan naik, dan akan memberikan pengaruh penyembuhan secara signifikan, sehingga meningkatkan efektif dalam penyembuhan! Dua jenis benda tadi pada khususnya mampu mentransfer informasi penyembuhan melalui ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sel-sel tubuh.

Bagaimana Penyakit Terjadi

Telah jelas bagi saya melalui penelitian yang panjang, dan mempelajari secara detail tentang ayat-ayat Al-Quran yang memiliki ragam yang bermacam-macam dan banyak aspeknya pada satu penyakit!! Setiap sel Allah memberikan di dalamnya program yang selalu mengalir sepanjang hidupnya, dan program ini merupakan kumpulan informasi, dan ketika hadir berbagai informasi terhadap sel dari luar melalui virus atau lainnya, program ini akan terpengaruh secara negatif atau positif, jadi adakah sesuatu yang terjadi terhadap program yang muncul pada kita dalam bentuk penyakit.

 Kod DNA juga merupakan informasi



Dalam setiap sel ada informasi memiliki kod DNA dan setiap kaset berisi lebih dari 3,000 million informasi!!

Virus adalah sebagian dari informasi!
 


Virus adalah sebahagian dari kumpulan informasi yang diciptakan Allah untuk melaksanakan tugas tertentu, dalam setiap program virus memiliki program yang memberikan pengaruh terhadap sel-sel tertentu.

 Virus menyerang sel otak yang sihat


Ketika virus menyerang sel, maka akan masuk padanya program yang terletak di dalamnya, lalu memberikan program sel yang sihat dan terjadilah ketidakseimbangan, dengan cara memanfaatkan sel-sel ini menyalin dari virus ini dalam jumlah besar.

Sel dapat dipecahkan karena banyaknya virus yang terdapat di dalamnya


Setelah virus bertambah banyak di dalam sel, pasti sel akan menggunakan program dan perantinya untuk membuat salinan darinya, dan sel tersebut akan memecahkan (melepaskan) ribuan virus, yang pada gilirannya masuk ke dalam sel lain yang sihat dan melakukan pekerjaan yang sama.

 Mekanisme kerja virus



Virus tidak memiliki senjata apapun, semua yang ada terakam pada programnya hanya berbagai informasi saja, jadi pertempuran tersebut adalah “perang informasi” dan inilah idea terapi dengan Al-Qur’an karena Al-Quran memiliki informasi yang berlawanan dengan kerosakan yang dialami oleh sel yang sihat.

 Peralatan scan otak yang menggunakan suara fungsi magnetik



Alat ini digunakan untuk memantau operasi yang dilakukan dalam otak, para saintis telah menemui bahawa otak pada keadaan terbaiknya secara natural iaitu semasa manusia memiliki kejujuran, dan tidak melakukan kesalahan, dan tidak melakukan perbuatan buruk, sehingga mereka berkata: bahawa otak diprogram untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik atau fitrah yang bersih.

Allah berfirman: ” fitrah Allahyang telah diberikan kepada manusia atasnya”.
 
 
Para saintis menegaskan bahwa otak diprogram pada akal yang sihat dan bersih.

Al-Qur’an melakukan re-program pada sel-sel otak



Bahawa pencipta penyakit adalah pencipta manusia, oleh kerana itu Allah menitipkan dalam ayat-ayat kitab-Nya akan informasi yang tersembunyi yang kita tidak sedari akan perkara itu, namun memberikan pengaruh pada penyakit bagaimanapun bentuknya dan menghapusnya, insya Allah!
Perkara tersebut terjadi melalui pemulihan keseimbangan pada sel-sel yang melanda ketempangan, seperti yang kami sampaikan bahawa setiap penyakit adalah suatu kelainan yang mempengaruhi program khusus dari sel, menurut jenis penyakit.

 Al-Quran mengurai sistem kekebalan pada tubuh


Sistem kekebalan tubuh juga merupakan program, dan ketika virus masuk misalnya, maka mempengaruhi program ini dan menjadikan ia rosak, ketika kita membaca ayat-ayat tertentu maka suara yang masuk ke dalam sel-sel tubuh melakukan ‘reprograming’ sel kekebalan dengan informasi yang dibawa oleh suara Al-Quran, dan menjadi lebih mampu membezakan dan menghilangkan penyakit. Dengan demikian terjadilah penyembuhan dengan menggunakan ayat Al-Quran!


Kekuatan perubatan pada ayat-ayat Al-Quran

Al-Qur’an memiliki kesan yang luar biasa pada berbagai penyakit oleh kerana:

- Kesan dari keselarasan sempurna dalam pengulangan kata dan huruf.
- Kesan irama yang seimbang terhadap ayat-ayat Al-Qur’an.
- Kesan dari informasi yang dilakukan oleh masing-masing ayat.
- Allah SWT yang mencipta penyakit adalah yang menurunkan Al-Quran.
- Kerana Allah telah menyampaikan kepada kita bahawa Al-Qur’an penyembuh.

Jadi apa yang dimaksud dengan perubatan informasi ?

Perubatan Informasi adalah ilmu baru yang cuba kami temukan dalam Al-Quran Al-Karim, dan segala ilmu pengetahuan akan berubah menjadi informasi: Seluruh penyakit adalah informasi, dan dalam setiap sel adalah informasi yang spesifik, dalam air adalah informasi yang dititipkan oleh Allah, dan pada setiap tanaman juga ada informasi, begitu pula pada setiap benda yang diciptakan Allah juga terdapat di dalamnya informasi, dan semua informasi ini berjalan dengan sistem yang sempurna dan baik seperti program komputer universal. Dan pada dasar ini bahwa penyembuhan dapat terjadi setelah tahu jenis ketidakseimbangan yang menimpa informasi sel-sel dari segala jenis penyakit, dan pencarian informasi yang tepat tentang alam, iaitu pencarian ubat. Dan dalam pandangan ini dapat disedari bahawa setiap penyakit memiliki ubat, dan inilah yang telah oleh nabi besar kita Muhammad saw semasa bersabda:
ما أنزل الله من داء إلا وأنزل معه الدواء
“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali menurunkan ubatnya” , yang tentu saja, kecuali mati, ia memiliki informasi, kerana itu merupakan satu kepastian yang tidak dapat dicegah.

 
Hasil kajian dan cadangan

- Mengembangkan asas ilmiah untuk terapi Al-Quran.
- Keperluan untuk melakukan eksperimen ilmiah pada pengaruh ayat-ayat tertentu.
- Bukti mukjizat Al-Quran dalam ilmu perubatan (kekuatan perubatan dari ayat-ayat).
- Perubatan dengan Al- Qur’an seluruh penyakit fizikal dan mental.
- Menegaskan akan pentingnya pengubatan diri, iaitu melakukan pengubatan sendiri dengan cara membaca ayat-ayat penyembuhan yang berfungsi untuk menyembuhkan penyakitnya.

Pentingnya membaca ayat-ayat Al-Quran melalui air, minyak zaitun, madu dan minyak herba dan kemudian disapukan kepada pesakit.

Semua penyakit merupakan informasi dan pengubatan yang sempurna melalui informasi, dan dengan ini kita telah menemui ubat baru yang saya sebut “pengubatan informasi”.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Yunus:57)

Tuesday, October 30, 2018

PERUBATAN ISLAM NUR SYIFA ( KAJANG ) - AKAN BEROPERASI SEPENUH MASA


KAEDAH RAWATAN DENGAN ALUNAN BACAAN AL QURAN ( BUKAN AYAT RUKYAH) DAN PENGALIRAN GELOMBANG ZIKIR KE PESAKIT.

MERAWAT SEGALA PENYAKIT GANGGUAN SIHIR DAN SAKA &
MERAWAT SEGALA PENYAKIT KRONIK MASAKINI DENGAN KEMUKJIZATAN BACAAN AYAT SUCI AL QURAN

HUBUNGI TABIB : HJ.WAN ZUL AL QUBRA ( 016 - 635 3601 )


Kesembuhan Dari Al Qur’an Tergantung Kadar Keimanan



Keberhasilan pengobatan dengan Al-Qur`an sangat terkait dengan keimanan, kalau tidak sembuh bukan Al-Qur`annya yang salah, tetapi keimanan orang yang menggunakan Al-Quran yang kurang.

Boleh jadi ada orang yang terlihat shalih tetapi kita tidak tahu keimanannya. Hal ini mencakup baik yang mengobati dan yang diobati. Jadi jika ada orang yang terkena penyakit karena disengat kalajengking atau yang lebih ringan misalnya disengat tawon, kemudian ada yang membacakan Al-Fatihah namun ternyata tidak sembuh. Maka jangan salahkan Al-Fatihah jika tidak sembuh, tetapi salahkan tangan lemah yang tidak mahir memegang pedang tajam. Jika iman, amal, dan tawakkal sebaik Abu Sa’id Al-Khudri maka kita bisa berharap penyakit tersebut sembuh.

Ada beberapa ayat lainnya yang juga memiliki keutamaan sebagai obat dari penyakit fisik dan jiwa, misalnya surat Al-Muwadzatain, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat kursi untuk mengobati sihir. Selain itu, masih banyak ayat lain yang memiliki keutamaan masing-masing.

Demikian semoga bermanfaat.

Rahasia di Balik Sakit


“Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30).
Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35).

Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.
Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)


Sakit akan menghapuskan dosa

Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya

Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya.

Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)


Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah

Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak.

Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed).

Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.”
Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih).

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.

SCIENCE & ISLAM : Jantung dan Sistem Peredaran Darah dalam Al Quran dan Hadits



The heart and cardiovascular system in the Qur’an and Hadeeth adalah sebuah peper dari International Journal of Cardiology yang ditulis oleh Marios Loukas. Marios Loukas adalah seorang Profesor di St. George University dengan bidang riset seputar jantung, teknik dan anatomi pembedahan, arteriogenesis hingga pendidikan medis ( Lihat gambar )

Kata “heart” dalam dunia kedokteran berarti jantung, bukan hati. Adapun “hati” dalam kedokteran adalah liver. Karena itu kata “qalb” dalam bahasa Arab, diterjemahkan oleh penulis paper tersebut menjadi “heart”, yang dalam bahasa Indonesia berarti jantung.

Dalam pengantarnya, Dr. Marios Loukas (gambar) menjelaskan kemajuan ilmu kedokteran saat ini melupakan kontribusi dari sejumlah teks-teks agama, salah satunya adalah Quran dan Hadits. Padahal beliau menyebut deskripsi yang akurat tentang struktur anatomi, prosedur bedah, karakteristik fisiologi dan pengobatan medis. Paper itu ditulis sebagai review atau rangkuman untuk menyajikan secara akurat kontribusi Al Quran dan Hadits dengan fokus khusus pada sistem jantung.Dr-Marios-Loukas

Kemudian Marios Loukas menjelaskan perbedaan kontras dalam Islam dan Kristen mengenai hubungan antara agama dan sains. Dalam sejarah Kristen di abad pertengahan dan masa Renaissance, pengaruh gereja Kristen melumpuhkan perkembangan sains, meskipun pengamatan sains tersebut sebenarnya didukung oleh perhitungan dan pemikiran rasional. Sementara, sains di era kejayaan Islam berkembang luas disebabkan ajaran Islam mendorong dan mendukung riset sains karena dalam Islam pencarian ilmu pengetahuan merupakan bagian dari ibadah kepada Tuhan.

Paper tersebut menjelaskan tentang pandangan umum tentang pengobatan dalam Al Qur’an dan Hadits. Diantaranya, Allah SWT yang menciptakan penyakit, dan setiap penyakit itu selalu ada obat dan metode penyembuhannya. Ada dua macam perlakuan (treatment) untuk proses penyembuhan suatu penyakit, yaitu secara spiritual dan fisik. Sebab, Al Quran menyebut penyakit tidak hanya berupa penyakit fisik, namun juga penyakit yang “tersembunyi” seperti keragu-raguan (doubt), kotoran keimanan (impurity), kemunafikan (hypocrisy) dan tidak beriman (disbelief) dan dusta (falsehood).

Selain penyakit batin tersebut, Al Quran dan Hadits juga mendiskusikan beberapa penyakit fisik seperti sakit perut (abdominal pain), mencret (diarrhea), demam (fever), penyakit kusta (leprosy), and penyakit mental. Diantara obat yang manjur adalah madu karena mengandung gula, vitamin dan anti mikroba. Selanjutnya Al Quran berbicara tentang makanan apa saja yang haram dikonsumsi, seperti bangkai, darah, daging babi serta yang disembelih tidak atas nama Allah.

Penulis menyebut tentang sebuah ayat Al Quran yang menyatakan bahwa “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (Qaaf 16). Ini menunjukkan relasi antara Allah SWT dengan hamba-Nya, sekaligus mengisyaratkan pentingnya pembuluh darah di leher dan hubungannya dengan jantung.

Dalam Al Quran ada tiga kelompok manusia berdasarkan keadaan “heart”, yaitu orang yang beriman (believers) yang memiliki heart yang hidup, orang kafir (rejecters of faith) yang memiliki heart yang mati, dan orang munafik (the hypocrites) yang ada penyakit dalam heart. Karena itu Marios Loukas menyatakan bahwa heart memiliki dua tipe, yaitu spiritual heart dan physical heart. Tiga kategori itu termasuk ke dalam spiritual heart. Ia juga menyebutkan bahwa ulama (scholars) membagi dua jenis penyakit dalam spiritual heart, yaitu syubuhat dan syahwat.

Bagian yang juga menarik, ketika secara tidak langsung gaya hidup manusia yang dikehendaki oleh Allah SWT, membuat kemungkinan terkena penyakit jantung menjadi lebih kecil, seperti melakukan aktivitas spiritual, makan secukupnya, bekerja secara fisik, tidak marah dan iri hati, menjauhi keserakahan, serta menjauhkan diri dari makanan dan minuman yang dilarang. Termasuk dibahas pula gerakan-gerakan shalat (berdiri, sujud duduk) yang berhubungan dengan kesehatan, sampai-sampai gerakan orang shalat yang malas seperti yang dilakukan oleh orang munafik dikecam dalam Al Quran. Hingga dibahas pula, larangan Islam untuk mengkonsumsi alkohol untuk khamar yang bisa ditinjau dari segi kesehatan. Sebab, alkohol berpengaruh pada seluruh organ tubuh, seperti liver, lambung, usus, pankreas, jantung dan otak dan dapat menyebabkan sejumlah penyakit, seperti liver cirrhosis, pancreatic insufficiency, cancer, hypertension dan heart disease.

Kesimpulannya adalah bahwa Al Qur’an dan ucapan Nabi Muhammad merupakan teks agama, spiritual dan sekaligus saintifik. Al Qur’an memang bukan kitab sains namun petunjuk hidup bagi manusia. Al Qur’an juga tidak butuh bukti untuk kebenaran isinya dan seiring perkembangan sains modern semakin menunjukkan bahwa Al Quran bukanlah sebuah kitab yang biasa, tetapi sebuah mukjizat dari Allah SWT.


Digali dari Berbagai Sumber :
Saif Al Battar. “Kebenaran Islam tentang jantung manusia yang ditulis oleh al-Qur’an”. Rabu, 27 Juni 2012. http://arrahmah.com/…/21238-kebenaran-islam-tentang-jantung…. Diakses pada tanggal 5 Desember 2012
Marios Loukas. “The heart and cardiovascular system in the Qur’an and Hadeeth”. 1 April 2010.http://download.journals.elsevierhealth.com/…/PIIS016752730….
Science&IslamBlog.

SOUND HEALING, SEMBUHKAN DENGAN AL QUR’AN


Oleh:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya &
Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”


“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra’ [17]:82)
Kajian ayat di atas dipilih setelah terinspirasi Prof. Dr. Amin Syukur, MA, penulis buku Sufi Healing yang bertemu dalam satu meja ujian promosi doktor sebulan yang lalu. Buku yang dia tulis itu menceritakan peristiwa ajaib 10 tahun silam ketika tim dokter yang mengoperasinya memperkirakan usianya tinggal 15 bulan lagi. Ia terkena kanker nasopharynk, bicaranya gagap, dan anggota badan bagian kanannya lumpuh. Sejak itu, ia tiada henti membaca Al Qur’an dan berdzikir. Beberapa bulan kemudian, ia sembuh bahkan lebih sehat daripada sebelumnya, dan sampai sekarang masih aktif memberi kuliah di beberapa perguruan tinggi.

Guru Besar di UIN Walisongo itu berobat ke dokter mengikuti perintah Nabi SAW yang tersebut pada hadis berikut. Usamah bin Syarik r.a bercerita, “Saya mendatangi nabi SAW dan para sahabat di sekitarnya menunduk seolah-olah ada burung di atas kepalanya. Saya mengucapkan salam lalu duduk. Tiba-tiba datanglah orang Arab pedesaan dan bertanya, “Haruskah kami berobat?” Nabi menjawab, “ya.” Lalu ia bersabda, “Berobatlah kalian sebab Allah tidak menurunkan penyakit melainkan menyertakan obat untuknya, kecuali penyakit yang satu ini yaitu penuaan” (HR. Ahmad). Dalam hadits yang lain, Nabi SAW juga menegaskan penyakit hanya bisa diketahui oleh orang yang ahli sesuai dengan bidangnya.

Peristiwa Amin Syukur adalah bukti kebenaran firman Allah yang dikutip pada awal tulisan ini bahwa Al Qur’an berfungsi sebagai obat dan rahmat untuk semua orang mukmin. Bukan ayat-ayat yang direndam dalam air dan diminum, tapi yang dibaca dengan lagu yang merdu sampai menimbulkan rasa gembira dan optimisme kesembuhan.

Kate dan Richard Mucci melaporkan hasil penelitian dalam bukunya, The Healing Sound of Music (2002). Eksperimen dilakukan dengan meminta sejumlah penderita kanker ganas untuk menikmati musik harpa yang dimainkannya. Para dokter terkejut, ternyata beberapa bulan berikutnya mereka sembuh. Menurutnya, akan lebih dahsyat lagi pengaruh musik jika yang memainkannya adalah mereka sendiri. Musik bisa merangsang aktivasi otak dan menimbulkan rasa senang, dan rasa senang inilah yang mempercepat penyembuhan.

Menurut Deepak Chopra, “Pikiran bahagia membentuk molekul bahagia, dan pikiran tegang membuka pintu masuknya banyak penyakit termasuk kanker.” Amin Syukur membuktikan dzikir dengan nyaring dapat menenangkan jiwa sekaligus merangsang aktivasi otak melalui indera telinga, apalagi jika disertai dengan pengaturan pernafasan dan visualisasi. Inilah yang disebut sound healing atau al ‘ilaj bis shawt atau penyembuhan melalui suara.

Peneliti di Mesir juga melakukan lima tahap ekperimen terhadap 210 non-muslim sebagai sukarelawan. Dari riset itu ia menyimpulkan bacaan Al Qur’an dapat menurunkan ketegangan pikiran sampai 65 persen sekaligus menguatkan kekebalan tubuh sehingga terhindar dari beberapa penyakit yang lama ataupun baru.
Alfred Tomatis, musisi dan dokter asal Prancis mengatakan, pendengaran adalah indera paling penting, sebab ia panglima yang mengatur semua sistem syaraf. Telinga bagian dalam berhubungan dengan jantung, paru-paru, hati dan usus. Frekwensi suara dapat memengaruhi semua organ tubuh. Fabien (1974) menambahkan, suara dapat memengaruhi sel-sel termasuk sel kanker. Suara paling dahsyat pengaruhnya adalah suara dirinya sendiri. Suara memiliki pengaruh terhadap sel-sel dalam tubuh termasuk sel-sel darah, bahkan bisa meledakkan sel kanker dan dalam waktu yang sama mengaktifkan sel-sel dengan baik.

Menurut teori PNI (Psiko-Neuro-Endokrin-Imunologi), hati yang tenang akan menyebabkan kelenjar mengeluarkan hormon indokrin yang menguatkan imunitas dan kesehatan fisik. Dengan demikian, sel-sel radikal (kanker) akan terhenti dan hilang. Sebaliknya, jika hati seseorang gelisah dan marah maka cairan tubuhnya akan berubah menjadi racun dan imunitas tubuhnya menurun sehingga mudah terserang penyakit.
Abd al Daim Al Kahiil dalam bukunya, Al Qur’an, The Healing Book mengatakan, semua suara termasuk bacaan Al Qur’an merupakan gelombang yang menyebar ke udara. Getaran frekwensi di udara tersebut lalu menggetarkan gendang telinga, lalu ke saraf pendengaran dan kemudian berubah menjadi gelombang electromagnetic yang diterima otak. Otak selanjutnya melakukan analisis dan memberi perintah ke seluruh tubuh.

Adz Dzahaby dalam At Thibbun Nabawy mengatakan, “Menyanyi adalah denyut kesenangan yang menguatkan emosi, memperlambat penuaan dan mengusir penyakit.” Bacaan Al Qur’an yang merdu oleh imam shalat dapat menggerakkan gelombang electromagnetic yang menggetarkan kulit dan menenangkan hati makmum dan semua pendengarnya (QS. Al Zumar [39]: 23). Suara kalam ilahi itu juga dapat menggetarkan gunung dan bumi (QS. Al Ra’d [13]:31).

Jika musik tanpa energi ilahiah bisa memberikan penyembuhan, maka ayat-ayat Al Qur’an pasti lebih dahsyat pengaruhnya, sebab setiap huruf yang masuk ke dalam telinga mengandung minimal sepuluh energi positif. Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab suci Allah, maka dia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan berlipat sepuluh. Aku tidak menghitung alif lam mim satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR. At Tirmidzi).

Mulai sekarang, jangan lewatkan satu haripun rumah Anda tanpa suara Al Qur’an. Keraskan bacaan Anda dengan irama dan alunan yang membuat hati Anda berbunga-bunga, penuh suka cita. Semoga Anda juga secara bertahap memahami kandungan maknanya. Dari sound healing therapy inilah kita bisa mengerti mengapa Nabi SAW memerintahkan Anda melagukan Al Qur’an, “Bukanlah pengikutku orang yang tidak melagukan Al Qur’an” ( HR. Al Bukhari dari Abu Hurairah r.a). Selamat menyambut kesehatan, ketenangan hati dan limpahan rahmat Allah melalui lagu-lagu Al Qur’an.

Referensi: Prof. Dr. HM. Amin Syukur, MA, Sufi Healing, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2012 p. 87; Dr. H. Achmad Zuhdi DH, M.Fil, Terapi Qur’ani, Tinjauan Al Qur’an Al Hadits dan Sains Modern, Penerbit Imtiyaz, Surabaya, 2015 p. 285; Dr. H. Harjani Hefni, MA, The Seven Islamic Daily Habits, Pustaka Ikadi, Jakarta, Cet VI, 2013 p. 197.