Sunday, December 18, 2016

CAHAYA ALLAH (NUR ILAHI) YANG MEMANCAR DARI TUBUH ORANG MUKMIN


35. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (An Nur 35)


Allah memberi cahaya kepada segala sesuatu yang ada dilangit dan bumi. Pada dasarnya seluruh alam semesta ini berada dalam kegelapan, kemudian Allah memberikan cahayanya pada tempat tempat tertentu. Perhatikan langit dan angkasa raya yang dipenuhi bintang bintang. Semua itu berada dalam keadaan gelap, kemudian Allah jadikan bintang, matahari dan bulan sebagai sumber cahaya yang menerangi sekelingnya.
Dalam salah satu hadist yang diriwayatkan Al Bazzar dan Abdullah ibnu Amr ia pernah mendengar Rasulullah bersabda:” Sesungguhnya Allah menciptakan mahluknya dalam kegelapan, lalu melemparkan kepadanya suatu cahaya dari cahayaNya. Maka barang siapa yang terkena cahaya itu, ia mendapat petunjuk, dan siapa yangb luput darinya maka sesatlah ia”

Terang dan gelap adalah dua keadaan yang jauh berbeda. Tidak sama keadaan orang yang berada ditempat terang dengan orang yang berada di tempat gelap. Allah telah mengingatkan hal ini didalam surat Fathir ayat 19 – 21 :
19. Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. 20.dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya ,21. dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas, (Fathir 19-21)
Orang yang berada dalam kegelapan adalah orang yang jahil, bodoh, tidak berilmu, hidupnya terasa sempit, kacau penuh carut marut dan berbagai kesulitan dan kesengsaraan. Sebaliknya orang yang berada pada tempat yang terang adalah orang yang berilmu, hidup sejahtera, aman nyaman dan tentram penuh dengan berkah dan rahmat Allah. Dalam surat Fathir diatas disebutkan bahwa orang yang berada ditempat gelap diumpamakan seperti orang yang buta dan berada pada tempat yang amat panas.Sedangkan orang yang berada pada tempat terang seperti orang yang melihat dan berada pada tempat yang teduh dan sejuk, tentu saja tidak sama keadaan kedua orang tersebut.


Cahaya orang Mukmin di Dunia

Orang beriman adalah orang yang berada dalam naungan cahaya Allah, wajah dan hatinya diliputi cahaya yang dapat dirasakan oleh orang disekitarnya. Kata katanya menentramkan dan menyejukan hati, perilaku dan ahlaknya menyenangkan orang disekitarnya. Dimanapun ia berada selalu mendatangkan kedamaian dan ketenangan. Orang yang peka dan terang hatinya dapat melihat cahaya yang terpancar dari wajah orang Mukmin ini.

Sebaliknya orang yang tidak beriman pada Allah berada dalam kegelapan. Wajah dan hatinya diliputi kegelapan diatas kegelapan. Kata katanya menyakitkan hati, perilaku dan ahlaknya menimbulkan keresahan bagi orang disekitarnya. Hidupnya penuh kebohongan dan tipuan, kesana kemari mengumbar syahwat dan kesenangan fatamorgana. Orang yang mengikutinya sering terjebak kesenangan semu, yang berakhir dengan kesengsaraan dan derita. Orang yang peka dan terang hatinya dapat melihat kegelapan wajah orang ini.
Tanda tanda orang beriman yang bermandikan dan berselimut cahaya itu adalah mereka yang disebutkan dalam surat An Nur ayat 36:

36. Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, 37. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (An Nur 36-37)

Mereka tidak dilalaikan oleh perniagaan dan urusan dunia dalam berzikir mengingat Allah, mengerjakan shalat, menunaikan zakat, dan mereka takut akan datangnya suatau hari yang hati dan penglihatan manusia bergoncang (kiamat). Mereka selalu bertasbih mensucikan dan menganggungkan kebesaran Allah dimasjid masjid pada waktu pagi dan petang hari.

Cahaya yang memancar dari wajah dan tubuh orang beriman ini dapat dilihat oleh golongan Jin didunia ini.



MELIHAT CAHAYA ORANG MUKMIN

Jin fasik dan kafir tidak berani mendekat orang yang taat beribadah, mereka merasa panas berada didekatnya. Cahaya yang memancar dari tubuh orang mukmin ahli ibadah dapat membakar mereka. Orang yang tidak beriman tidak memiliki cahaya seperti itu, mereka jadi bulan bulanan tipu daya jin dan syetan dalam kehidupan dunia ini. Allah juga menyebutkan hal ini dalam surat an Nahl ayat 99 dan 100. Bahwa syetan dan jin tidak punya kekuasaan dan kekuatan terhadap orang yang beriman dan bertawakal pada Allah, mereka hanya sekutu Allah.

Salah satu shabat yang ditakuti oleh golongan jin dan syetan adalah Umar bin Khatab, dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Rasulullah bersabda pada Umar bin Khatab: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu denganmu di suatu jalan melainkan ia akan mengambil jalan yang lain dari jalanmu.” (HR. Bukhari, no.3480). Golongan Jin dan syetan bisa mengenal orang mukmin dari jauh dari cahaya yang memancar dari wajah dan tubuhnya. Mereka selalu menghindar dari pertemuan dengan orang seperti ini.


Cahaya orang Mukmin di Padang Mahsyar

Banyak ayat Qur’an yang menceritakan bahwa kelak dihari berbangkit orang beriman dikenal dengan cahaya yang mengiringinya didepan , belakang, kiri dan kanannya. Tubuhnya bermandikan cahaya. Mereka dapat dikenal dengan mudah dari cahaya yang memancar disekitar tubuhnya. Allah menyebutkan hal itu dalam surat al hadit ayat 12 :

12. (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.” ( Al Hadit 12 )

Hal yang sama disebutkan Allah dalam surat at Tahrim ayat 8:

8. Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At Tahrim 8 )


Dalam hadist yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim Rasulullah mengajarkan kita untuk berdoa memohon cahaya pada Allah sebagai berikut:

Allahummaj al fii Qolbi nuron, wafii lisaani nuuron, wafii sam’i nuron, wafii bashorii nuron, wamin fawqii nuron, wamin tahtii nuuron, wa an yamiinii nuron, wa an syamaali nuron, wamin amaamii nuron, wamin kholfii nuuron, wajj al fii nafsii nuron, wa a’dzimlii nuuron, wa adzzim lii nuuron, wajj allii nuuron, wajj alni nuron, Allahumma a’thinii nuuron, wajj al fii ashobii nuron, wafii lahmi nuuron, wafii damii nuuron, wa fii sya’rii nuuron, wafii basyarii nuuron, ..

“Ya Allah ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatan-ku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya dari depanku, dan cahaya dari belakangku. Ciptakanlah cahaya dalam diriku, per-besarlah cahaya untukku, agungkanlah cahaya untukku, berilah cahaya untuk-ku, dan jadikanlah aku sebagai cahaya. Ya Allah, berilah cahaya kepadaku, ciptakan cahaya pada urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya di rambutku, dan cahaya di kulitku” (Hal ini semuanya disebutkan dalam Al-Bukhari 11/116 no.6316, dan Muslim 1/526, 529, 530, no. 763)

Demikianlah Allah memberikan cahayaNya pada orang yang beriman berupa Aura Nur Ilahi ketika hidup didunia dan ketika berada di Padang Mahsyar kelak. Mintalah kepada Allah agar Dia menambahkan cahayanya pada kita masing masing.

Kelemahan Jin dan Syaitan


Setan sebenarnya takut kepada manusia, namun manusia bagaimana yang menjadi ketakutan syaitan. Jin dan syaitan mempunyai kemampuan-kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia, akan tetapi al-Quran dengan tegas mengatakan bahwa hakikatnya syaitan dan tipu dayanya itu adalah lemah.

Ada beberapa Manusia yang ditakuti oleh Jin dan Syaitan dan ini akan menjadikan kelemahan syaitan itu sendiri, karena syaitan tidak bisa seenaknya menggoda dan mengadu domba manusia pilihan ciptaan Allah, SWT.

Terungkap Beberapa Fakta Kelemahan Jin dan Syaitan Berdasarkan Alqur'an Dan Hadist
Inilah Fakta kelemahan jin dan syaitan berdasarkan Alqur'an dan hadist Nabi Muhammad SAW;

1. Syaitan Dan Jin kalah Dengan Orang Shaleh dan Ikhlas

Bukti bahawa syaitan atau jin tidak akan dapat mengalahkan orang soleh adalah perkataan syaitan sendiri ketika berdialog dengan Allah dalam surah al-Hijr ayat 39 :

“Iblis berkata:” Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahawa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka “. (Surah Al-Hijr 15: 39-40).
Dari ayat ini dapat dipahami bahawa yang menyebabkan syaitan itu dapat menguasai seseorang adalah kerana perbuatan dosanya. Ketika seseorang itu dekat dengan Allah, maka syaitan akan lari dan tidak akan berani mendekatinya apatah lagi menguasainya.

2. Syaitan takut Pada Orang Yang Berpegang Teguh dengan Agama Allah
Hal ini terdapat pada diri Umar bin Khatab. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Turmu-dzi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Umar:

“Sesungguhnya syaitan sangat takut olehmu, wahai Umar” (HR. Turmudzi).
Bukan hanya kepada Umar, akan tetapi syaitan (jin kafir) juga akan takut oleh orang-orang beriman yang betul-betul dengan keimanannya. Dalam al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir pernah mengutip sebuah hadis berikut ini:

“Sesungguhnya orang mukminakan dapat mengawal (mengalahkan) syaithannya sebagaimana salah seorang dari kalian yang dapat mengawal untanya ketika perjalanan” (HR. Ahmad).

Bahkan, apabila seseorang betul-betul, dan soleh, dia boleh membawa qarinnya (penyertanya, kerana setiap manusia itu pasti disertai oleh syaitan (jin kafir) di sebelah kirinya dan malaikat di sebelah kanan atau sering disebut dengan qarin) masuk Islam. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim ini juga: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:” Tidak ada seorang pun kecuali ia disertai oleh seorang qarin (penyerta) dari jin dan seorang qarin (penyerta) dari malaikat “. Para sahabat bertanya: “Apakah termasuk anda juga wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Ya termasuk saya, hanya saja Allah menolong saya sehingga jin itu masuk Islam. Ia (jin tadi) tidak pernah menyuruh saya kecuali untuk kebaikan “(HR. Muslim).

3. Jin dan Syaitan Tunduk dan taat kepada Nabi Sulaiman A.S

Di antara mukjizat Nabi Sulaiman adalah dapat menaklukan jin dan syaitan sehingga semuanya boleh bekerja atas perintahnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam ayat al-Qur’an berikut ini dalam surat Shad ayat 36-38:

“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu” (QS. Shad ayat 36-38 ).

Mukjijat ini diberikan kepada Nabi Sulaiman sebagai pengabulan atas doanya yang mengatakan:

“Dan berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak diberikan kepada seseorang setalahku” (QS Shad 38:35).
Doa Nabi Sulaiman inilah yang menyebabkan Rasulullah tidak jadi untuk mengikat jin yang datang dengan melemparkan anak panah ke muka beliau. Dalam sebuah hadis Muslim dikatakan: “Dari Abu Darda berkata:” Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun, tiba-tiba kami mendengar Rasulullah mengatakan:

“Aku berlindung kepada Allah darimu”, kemudian Rasulullah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam juga berkata: “Allah telah melaknatmu” sebanyak tiga kali.

Rasulullah lalu menghamparkan tangannya seolah-olah beliau sedang menerima sesuatu. Ketika Rasulullah selesai shalat, kami bertanya: “Wahai Rasulullah, kami mendengar anda mengatakan sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelum ini. Kami juga melihat anda membukakan kedua tangan anda “. Rasulullah menjawab: “Baru Iblis, musuh Allah datang membawa anak panah api untuk dipasang di muka saya, lalu aku berkata:” Aku berlindung kepada Allah darimu “sebanyak tiga kali, kemudian saya juga berkata:” Allah telah melaknatmu dengan laknat yang sempurna “sebanyak tiga kali. Kemudian saya bermaksud untuk mengambilnya. Seandainya saya tidak ingat doa saudara kami, Sulaiman, tentu saya akan mengikatnya sehingga menjadi mainan anak-anak penduduk Madinah “(HR. Muslim).

4. Jin atau syaitan tidak dapat menyerupai Rasulullah

Syaitan dan jin tidak dapat menyerupai bentuk dan muka Rasulullah saw. Oleh kerana itu, apabila seseorang bermimpi melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka ia sungguh telah melihatnya. Dalam hadis sahih dikatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:”

Barang Siapa yang bermimpi melihatku, maka dia sungguh telah melihatku, kerana syaitan tidak dapat menyerupaiku “(HR. Muslim).

5. Jin dan syaitan tidak boleh melewati batas-batas tertentu di langit

Sekalipun jin dan syaitan mempunyai kelebihan dapat bergerak dengan cepat, akan tetapi mereka tidak akan dapat melepasi batas-batas yang telah ditetapkan yang tidak dapat dilalui selain oleh para malaikat. Kerana apabila mereka berani melaluinya, maka mereka akan binasa dan hancur. Kerana itu pula, jin tidak dapat mengetahui dan mencuri maklumat dari langit sehingga apa yang dibisikkannya ke tukang-tukang ramal dan dukun adalah kebohongan semata. Untuk lebih jelasnya akan hal ini, sudah dijelaskan dalam surah al-Rahman ayat 33 yang artinya;

Hai sekalian jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (QS, 55:33)

6. Jin tidak dapat membuka pintu yang sudah ditutup dengan menyebut nama Allah.

Dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

” Tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), kerana syaitan tidak akan membuka pintu yang sudah dikunci dengan menyebut nama Allah.

Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yang diperbuat dari kuit binatang) dan bekas-bekas kamu (untuk masa sekarang seperti almari, bupet, peti sejuk dan lain) sambil menyebut nama Allah, meskipun kamu hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu kalian “(HR. Muslim).

Baca Juga Setan bergentayangan saat Magrib Tiba

7. Jin dan syaitan diikat di Bulan Ramadhan

Jin dan syaitan akan takut jika Ramadhan tiba, syaitan akan dibelenggu di bulan Ramadhan, namun hanya setan setan yang membangkang saja yang dibelenggu, seperti hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.”

Jadi yang dibelenggu hanyalah setan dari kalangan jin yang sangat jahat, adapun setan dari kalangan manusia tetap berkeliaran. Lebih lanjut dijelaskan oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i rahimahullah berkata bahwa yang dibelenggu adalah setan dari kalangan jin yang sangat jahat. Sedangkan setan-setan yang kecil dan setan-setan dari kalangan manusia tetap berkeliaran tidak dibelenggu, jadi wajar saja di Bulan Ramadhan masih ada kemaksiatan, namun sedikit berkurang kemaksiatan di Bulan Ramadhan jika dibandingkan bulan lainnya.

SIHIR PEMISAH DARI SAMI SIAM


4/8/2016 – Di datangi pesakit wanita dari Pahang bersama suami dan anak-anaknya. Mereka sampai dalam jam 5 ptg kerumahku dan terpaksa menunggu selepas Maghrib kerana rawatan bermula selepas Isyak biasanya.

Suami isteri ini merupakan guru sekolah dan merupakan kawan kepada bekas pesakit kes gangguan sihir yang telah mencadangkan untuk berubat denganku. Mereka menceritakan sebelum ini pernah pergi berubat dengan orang Darul Syifa di sana namun pada keesokkannya jin-jin tersebut kembali merasuk. Dua jari kakinya patah akibat amukannya sendiri di Pusat Rawatan tersebut setelah di ruqyah, membuatkan ia menjadi semakin ganas dan mengganas. Tak hairan adik kepada pesakit yang terdahulu yang telah sembuh sepenuhnya memberitahu beliau selalu mengikut kawannya perawat dari Darul Syifa gi merawat dan setiap kali ada kes gangguan sihir , kawannya meminta pertolongan 5 – 6 orang kawan untuk ikut serta guna memegang pesakit yang mengamuk. Juga perawat ruqyah yang lain-lain yang pernah bertembung denganku yg hanya datang berlenggang seorang diri tanpa bawa Al Quran dan tasbih serta ber T-shirt dan berseluar jeans. Biarlah mereka berjubah serban lengkap dengan Al Quran di tangan, ku nak tengok sejauh mana makhluk-makhluk ini takut dengan mereka. Yg ku lihat perawat-perawat yang ketakutan bila berhadapan dengan pesakit-pesakit yang mengganas, nak boleh ke pegang pesakit kekawan perawat terpaksa bertindak ganas dan setelah itu ku lihat pesakit di keroyok macam penjahat yg di tangkap selepas mencuri.

Tanpa mengomen apa-apa kepada suami pesakit, ku minta pesakit baring dan proses rawatan di mulakan. Tak sampai 5 menit, pesakit mula gelisah dan nampak makhluk-makhluk tersebut mula kepanasan. Dengan segera ku tekan point tempat duduk nya dgn jejariku……

“Adoiiii….sakitnya, bakpo dok panggil-panggil ni nyo?

Pesakit mengalami kesakitan yang teramat dasyat seperti di ikat dan di bakar macam kambing bakar.

“Mu nok gapo, bakpo dok bui sakit ni? Tanyo je lah nak gapo…..” katanya dalam kesakitan tu.

Suaminya masih duduk di kerusi memerhati…menantuku pun turut memerhati dan menunggu sekiranya perlu bantuannya.Bila ku tanya siapa kat dalam ni…….

“Aku di hantar suruh duduk dalam dia ni, bukan aku sorang, ramai ni degil-degil belaka”

“Siapa yang hantar mung?” tanyaku….

“Tok Sami weiii ! Kalu aku tubik(keluar) dio belasah aku pulok”

“Sapo pulok upah tok sami ni?”

Nama yang di sebutnya tak jelas padaku tetapi si suami yang duduk di kerusi bersuara, “kekasih lama”.

“Aku tak peduli, ko keluar sekarang…” kataku.

“Tokleh…..kalu aku keluar tok sami akan belasah aku. Bukang aku sorang ni, ramai lagi ni…”

“Mung toksoh rusing la….mu tubik je, aku hantar mung ke Penjara Sunan Kalijaga. Sunan akan jaga mung.

Hok lain tu biar la, kalu nok bulih sakit dok la”

“Doh bukok ikatang aku ni, aku kena ikak ni” katanya. Aku tahu ini cuma alasan untuk melalaikan aku shj, aku tambah tekanan sehingga melolong sakitnya.

Dia mengereng ke kanan melarikan kepalanya dari cengkaman jejariku. Dan tangannya cuba menepis tanganku dari memegang kepalanya. Suaminya datang memegang kedua tangannya. Pesakit bukan semakin ganas ibarat “Incredible Hulk” bila kena jurus jejariku malah lembek lotek ibarat pesalah di ikat di kerusi dan di alir arus elektrik menyiksanya. Menggigil kesakitan melolong-lolong sakit. Takde pulok nok memaki-maki aku jin-jin ni. Ada sekali jin jawa yang mencabar sebelum rawatan di mulakan, dia masuk dahulu, aku terus sahut tanpa lengah tekan terus point tu……………..bagai nak terkeluar biji mata, merah menyala, melolong sehingga ke hujung deretan rumahku kedengaran.

Aksyen bagai la jin-jin ni , mentang-mentang perawat ruqyah boleh ko main-mainkan. Ugutnya pun bagai nak seru semua tenteranya, panglima itu hulubalang ini………poyooo belaka. Jin Siam Penjaga Istana Bangkok berumur 400 tahun paling otai ketua kepada segala jin-jin kafir yg menyerang pelajarku pun terkincit-kincit….”mu sapo hah….bakpo hebat sangat ni” “Keluar semua….K E L U ARRRRRRR..anak bini dia pun jangan masuk, dia akan marhi sini jugok, mapos kita!”

Bila pesakit nampak tenang, mengucap 2 kalimah syahadah dan riak muka pun nampak cool, ku lepaskan . Bangun gi dok pekena dan sembang dengan suaminya.

Kamu tengok bagaimana caraku menangani jin sihir berbanding dengan orang Darul Syifa. Jin tak naik syeikh mengamuk2 dan tak perlu ramai-ramai pegang pun. Lembik lotek dan tak mampu menanggung jurus pancaran gelombang auraku, surrender terus. Tak sampai setengah jam pun.

Ini yang sakit bertambah sakit malah patah 2 jari kaki pulak. Mereka pulang dengan hati senang. Ku yakin pesakit lena jenerho tido dalam kereta. Mereka takut jin-jin tersebut masuk semula esoknya. Kataku, aku tangkap dan kurung dalam penjara ghoib dengan “Ilmu Niat” ku. Penjara Sunan Kalijaga yang amat di takuti para jin-jin kafir.

Kalu dok ruqyah buang memang la akan masuk semula. Saja-saja jin-jin itu mempermain-main orang yang Jiwa Tauhid Kosong. Kalau nak di rasuk semula pun ambil masa, tunggu Tok Sami tu pulih, akan di hantar pulak Bouncer-bouncer lain yang lebih sasa hihi. Takpe…..kita tunggu je la…bawalah kepadaku…biar buku bertemu ruas. Nok belagak samseng biar kena sama-sama samseng kannnnnn hehe.

Tuesday, May 31, 2016

RAWATAN MEMBUANG SAKA SEMUDAH ABC




28/5/2016 – Didatangi seorang ibu membawa anaknya yang mengadu sakit di bawah dada sehingga semput dan penyakit kulit yang kronik semacam sopak. Ibu ini sudah berkali-kali datang dengan hajat untuk membuang sakanya tetapi asyik tertangguh kerana mendahulukan rawatan untuk anak-anaknya dan sering juga membawa rakan-rakan dan saudaranya yang buta mata hati.

Selepas anaknya di rawat, si ibu ini kemasukan sakanya dan pergi kepada anaknya dan seakan menarik buang penyakit pada anaknya itu. Selepas sakanya keluar dari tubuhnya, dia memberitahu bahawa semasa saya merawat anaknya, sakanya itu yang berupa nenek tua duduk bersebelahan dengan saya. Fikir saya, ini saka ilmu atau keturunan?

Bagaimana pun beliau berhajat juga untuk membuangnya kerana kebolehannya banyak mengganggu kehidupannya yang boleh tahu apa yang di buat suaminya dibelakangnya. Appointment di atur pada 31 Mei 2016.

31/5/2016 – Seperti di janjikan, si ibu ini datang bersama suami dan anak-anaknya dengan niat “buang saka”.  Tanpa membuang masa, saya meminta  siibu berbaring setelah saya  selesai berwuduk. Saksi rawatan selain suami dan anak-anaknya adalah menantu saya yg sering membantu bila di perlukan.
Rawatan Penyembuhan Tapak Tangan (Syahadah Tokku Paloh) di mulakan dengan tangan di kepala , berdoa dan berzikir. Seterusnya di bacakan Surah Al Mulk. Si ibu mula keresahan, sakanya mulai memberi tindakbalas…….

“Kenapa nak buang aku…..mana aku nak pergi..?”

Ku terus habiskan bacaan  Al Mulk tanpa menghiraukan rengetan si saka.

Selesai membaca ku mula melayaninya, “ cucu kamu tak mahu, jadi kamu keluarlah”

“Kenapa tak mahu, bodohnya dia…mana aku nak pergi?

“Pokoknya cucu kamu tak mahu kamu, jadi keluarlah sebelum kamu cedera teruk” sambil aku tekan tempat tertentu yang membuat dia menjerit dan mengalah.

“Macamana aku nak keluar, tak nampak jalan. Tu yang sekeliling rumah ramai pengawal, camna aku nak keluar?” 

“Pandai kau masuk pandai lah keluar” kataku.

“Kau yang panggil……pastu kau tutup jalan. Pengawal pulak ramai, macamana aku nak keluar?”

“Kau keluarkan aku, hantar aku mana-mana, aku tak tahu nak gi mana-mana”

“Baik, aku hantar kau ke Penjara Sunan Kalijaga”

“Tak mau, bukan boleh keluar kalau masuk Penjara Sunan”

“Kau berunding la dengan Sunan, mesti Sunan bagi keluar.”

“Takdenya, aku pun bukan baik sangat….”

Haah, dah terbongkar rahsianya. Dia ngaku pun yang niatnya bukan baik mendampingi anak cucu. Ada udang sebalik batu. 

Aku terus menerus menekan point yang membuat nya menjerit sakit dan mengalah.

“Kau keluarkan aku, tak kisah lah masuk Penjara Sunan pun”

Dengan selawat, aku menarik saka itu keluar dan “niat” menghantarnya ke Penjara Sunan Kalijaga. Aku berpesan kepada pesakit, saka itu takkan datang lagi kerana si saka sendiri  mengakui di Penjara Sunan Kalijaga tidak akan dapat melepaskan diri.Maka kuatkan Rohani dengan Solat Taubat dan Tahajud secara istiqamah.

Monday, May 30, 2016

KES SAKA TERHEBAT & SIHIR PEMISAH TERMUDAH


Dlm minggu ni beberapa kes sihir pemisah dapat diselesaikan dgn mudah dan cepat. Sakit dan emosi yg ditunjukkan sekejapan hilang bila diterapi zikir beberapa minit.
Pesakit kembali normal dan tiada perlu susulan lagi. Alhamdulillah semakin hari semakin mudah, tiada perlawanan dgn jin2 ni, mereka lari terus . Dia belaka apabila Dia kehendaki.
26/01/2016 - Kes Saka kronik yg menyerang seluruh keluarga pesakit. Pesakit dari Kelantan dtg seorang diri tanpa keluarga ditemani 2 sahabat yg tinggal diKL.
Sakit ibu dan adiknya lebih kronik namun kerana susah utk dibawa, beliau dtg seorang diri sebagai wakil.
Di awal di terapi selepas habis bacaan Surah Yaasin, pesakit mula mengerang kesakitan. Bila dah bangkit, saya mula menyerang. Laungan kesakitannya bergema kuat, ku arahkan menantuku tutup pintu sliding bg menghalang suara laungannya menakutkan isi rumah.
Macam biasa bila jin2 bawahan semua surrender, mereka panggil otai yakni ketua mereka.
Ketua Jin ni pun kaget, " mung ni sapo ehh...sapo? Biso sungguh mung ni. Tok jupo lagi aku manusia sebiso mung"
"Oooooo..Sunan Kalijaga. Sunan...mung tok leh wat gapo kat aku" katanya.
Dalam dia mencabar dgn angkuhnya, ku lihat dia kesakitan juga cuma pulihnya cepat benar. Malah mula bertakbir, berzikir dan mengaji.
Semakin ku zikir dan Doa...dia semakin berzikir juga dan membaca surah2 Al Quran dan mengeluh juga akan hal2 manusia masakini.....yg makin jauh dlm kesesatan dan duduk dalam syirik.
Dok citer hal akhir zaman dan sedih dgn manusia loni yg rata2 sesat aqidah. Katanya.....kezahiran Imam Mahdi dah semakin dekat, kerosakan aqidah harus dibanteras samasekali.
Dia mula mencabarku..."mung takleh wat gapo Sunan, gini jah aku buat". Jin itu menunjukkan silang kakinya ...
Oleh kerana jin itu pun berzikir dan tak rasa apa2 dah kesakitan, aku berhenti dan berehat. Sambil2 tgk aksinya.
Pesakit yg dirasuki jin ni walau dah tak sakit tetapi tak meronta dan tak perlu dipegang. Aku berdepan dengannya...sambil2 sembang je. Aku tak tunjukkan permusuhan dan jin itu mula citer asalnya, bagaimana dia dtg dan kenapa menyakiti tubuh pesakit. Dia sedih kerana pesakit tak mahu menerimanya.....
Tetiba ada sahabat perawat msg kerana tiba2 ingatannya padaku kuat. Firasatku Allah SWT hantar bantuan utk scan keadaan. Perawat ni berhajat utk jadi muridku....dia tahu walaupun kebolehan scan ni anugerah Allah, ilmunya masih belum setandingku....kehendak Allah belaka.
Selepas scan, katanya....
"sy nmpk mcm sunan kalijaga..sy x knal tpi sirr kta bgitu bpakaian jawa hitam coklat
dn ada 2 makluk bsayap sperti pari2 halus enrgi nya...pari2 bwarna kristal putih transparent..
sunan bersama tuan.. makluk bsayap bsama psakit..adakah pesakit ini perempuan?
seperti link nya bsama sami2 kot..bpkaian kuning bkepala botak sdang transfer power dri jauh buat pesakit
d pesakit ada 1 lingkaran 3 segi tmpt ia duduk.mcm 1 shield
sunan sdang mengelilingi kawsan pesakit tpi mcm buntu ?
mcm mncri titik kelemahan kot
pesakit byk shield kot.sbb sy trasa skit nya dsini
dlu kwan sy pnah dpt kes hbat dn x dpt settle..pesakit mngaku ia lintah bayan..azazil pnjaga laut
setiap serangan dn energi x smpi pda nya
mcm klaka skit la tuan klau sy ckap.ini bdasar kn pngalaman dn ilmu sy...
makluk azazil..sbb energi nya sgt la halus...hmpir2 tiada energi
setiap serangan ssah kna pda nya
ia bijak dn pesakit se akan2 bzikir
dn makluk d bantu dri jauh dngan transfer energi tnpa putus2..
mnyebab kn pesakit se olah2 healing sgt cpat dn tdak ada effect..
sunan duduk btol2 dhadapan dgn pari2 tpi x de apa2 tndak blas
lpa nk bgtau..apa y d hdapan tuan adalah pancaran dri projector.jika d serang dri pncaran maka sia2 sje.kna cri projector nya..pari itu jelmaan dri 1 pancaran..
sy x dpt detect dri mn pncaran tu..jika sy jejak maka sy nmpk owg bkepala botak bpkaian kuning
" hrap2 info tu dpt mmbantu tuan"
Sambil duduk berehat, saya terus munajat dan berdoa.
" Mung ni degil sungguh Sunan weh....tok jupo lagi aku orhge sedegil mung nih...doh la biso. Biso2 mung pung tokleh wat gapo kat aku"
Aku biarkan aje dia membebel...." aku sedih la, cucu aku ni tokse terima aku. Kalu dia terimo, boleh jadi biso po mung jugok" Sunan...mung tolong la ubat adik dia ni....sakit teruk tuh"
Aku balas, " kata biso...bakpo mung tok ubat sediri?"...
" Hah Sunan...mung balas kat aku balek" katanya.
"Mung nok ngano Sunan, nok main cara baik ko cara jahat.Aku kerah marghi segala bala tentera aku"
Aku cemuih je....."aku bukan nak musoh dgn mung, mung kato nok jaga cucu, bakpo dok bui sakitnya?
Dia doh jammed. Heheh saikologi sikit la. "Puah doh aku dok ghoyat kat dio....dlm mimpi aku bui.....tokse pah sudoh" katanya.
"Doh....mung tinggal la dia. Tubik la...dia tokse ke?"...
Dipendekkan cerita, "kalau aku masok penjara Sunan, buleh tubik ko? Dia bertanya.
Aku pelik....hai mcm surrender pulak. Namun memang dia surrender. Dia minta aku keluarkannya dan memang jin2 yg ku tarik keluar semua disumbat ke penjara Sunan Kalijaga.
Allah belaka. Jin ni keluar sungguh dan pesakit sedar semula. Sambil sembang2 gitu je....jin2 ni mcm sedih dan give up.

Aku serah pada Allah jua.....aku hamba. Tuhanku pasti mendengar Doaku.....dan menghantar bala tenteraNya yg lebih kuat dari jin2 ni, masakan mengalah begitu mudah sedang di awal tadi mencabar juga.
Alhamdulillah...Dia belaka. Bila dtg yg haq, tenggelam yg batil

Sunday, May 29, 2016

Bukti jin-jin adalah penyebab dan punca penyakit selain stroke dan taun


Diriwayatkan daripada Nabi Sulaiman bin Daud a.s. bahawa baginda telah melihat seorang perempuan tua yang sudah beruban rambutnya, dua matanya berwarna biru, kedua-dua keningnya bertanduk, kecil betisnya, rambutnya kusut masai, mulutnya ternganga dan keluar pucuk api daripadanya, dapat membelah bumi dengan menggunakan kukunya yang tajam dan boleh memecahkan batu-batan yang besar dengan pekikan suaranya.

Nabi Allah Sulaiman bertanya kepadanya, siapakah kamu? Adakah kamu daripada jenis manusia atau jin? Kerana aku tidak pernah melihat orang yang paling hodoh selain daripada engkau. Perempuan itu menjawab: “Akulah Ummu Sibyan (Ibu penyakit sawan) yang dapat menguasai ke atas anak Adam lelaki dan perempuan, aku boleh masuk ke rumah-rumah, boleh berkokok seperti ayam, menyalak seperti anjing, bertebah seperti lembu, bersuara seperti keldai dan kura-kura dan bersiul seperti ular.

Aku juga boleh bertukar-tukar wajah dengan pelbagai rupa, aku boleh mengikat rahim perempuan, boleh membunuh anak-anak di dalam kangungan dan mereka semua tidak akan mengetahui bahawa itu adalah angkara daripada aku, aku memasuki ke dalam rahim orang perempuan dan aku ikat rahimnya serta sumbat lalu dia tidak boleh mengandung dan jadilah rahimnya kosong, aku masuk ke dalam perut orang perempuan yang hamil di waktu janin di dalam kandungannya sedang membesar aku tendangnya, maka berlakulah keguguran dan jadilah rahimnya kosong semua.

Tambahnya lagi : “Aku menyusup masuk kepada kanak-kanak perempuan ataupun orang-orang perempuan yang telah dicalitkan dengan tanda kepadanya, lalu aku mengenakan penyakit dengan ekorku, aku tukarkan kegembiraan orang-orang yang sudah bertunang dengan kecelakaan, aku menyusup masuk ke dalam badan orang lelaki dan aku menghirup spermanya yang putih pekat dan tinggal di dalamnya mani yang cair lagi jernih, maka jadilah dia mandul dan tidak akan melahirkan zuriat.

Aku juga pergi kepada peniaga-peniaga dan aku palingkan jualannya. Dengan itu, dia tidak akan mendapatkan keuntungan, aku meresap masuk ke dalam bumi yang kering, lalu aku sapu menjadikan ia tandus. Dengan itu, ia tidak lagi menjadi subur dan segala tanaman tidak akan menghasilkan buah. Aku juga menyekat kanak-kanak kecil dan aku campakkan kepadanya kepanasan yang sangat panas dan kesakitan yang mengerikan. Maka, dengan itu mengigillah badan mereka sera diconteng-conteng rupa paras mereka supaya dibenci orang”.

Nabi Allah Sulaiman pun menangkapnya sambil berkata : “Wahai perempuan yang celaka! Kamu tidak boleh lari dari genggamanku sehingga berikan satu perjanjian dan sumpah setia kepada anak-anak Adam, lelaki dan perempuan”.

Begitulah kisahnya akan jin yang akan merosakkan anak Adam dengan berbagai cara yang kita tersangka oleh kita yang selama ini tidak mengambil peduli. Makanya apabila jin sudah melakukan peranannya, tentu kita boleh mengagak apakah kesannya kepada kita anak-anak Adam. Tanpa rawatan dari mereka yang benar-benar berilmu haqq dan berkebolehan, tentulah kita anak-anak Adam ini akan merasai kesengsaraan sepanjang kehidupan. Jika rawatan dilakukan oleh mereka yang tidak berada di jalan haqq, penyakit akan tetap datang dan pergi sebagaimana yang pernah di catatkan oleh Prof Shahidan Radiman dari National University of Malaysia, Faculty of Science and Technology.

Prof Shahidan Radiman mencatat:

Sebenarnya orang yang tidak belajar Ilmu Mengenal Diri tak guna mengamalkan perubatan Islam . Banyak kes berlaku dimana seseorang itu “mengubat” si pesakit dengan ayat Al-Quran dan sebagainya, tetapi sakit orang itu tak baik, iaitu sakitnya berulang. Mengapa demikian? Sebab jin yang dia “buang” itu tidak ke mana – ia hanya menyorok dalam badan atau keluar sekejap kemudian masuk balik? Sampai bila pun tak akan baik...

Orang yang tak belajar Ilmu Mengenal Diri amat berbahaya jika “bermain” dengan alam ghaib. Ibarat orang Melayu cuba melintas padang pasir Sahara tanpa unta dan bekal, tanpa “guide” Baduwi, memang pasti akan binasa atau membinasakan orang lain. Bukan saja jin pandai bermain wayang tetapi jenis dan perangainya beribu-ribu. Hanya orang yang sudah mengenal diri dapat mengenali semua makhluk-mahkluk itu . Itu sebabnya Ilmu Mengenal Diri sangat penting, khasnya di waktu sakaratul maut. Ia penting di dunia dan di akhirat. Begitulah perjalanan yang akan kita tempoh – jauh perjalanan, maka oleh itu, saya sarankan kepada semua pembaca, carilah ilmu untuk menyampaikan kita kepada Al-Haqq!...

Bahana Ruqyah Syirik (mantera)


17/5/2016 - 9.30 mlm, Pesakit mengadu di belikatnya ada benda bergerak2. Ku tanya ada.belajar ilmu silat ke atau perubatan. Katanya silat tak pernah belajar. Perubatan pun tak cuma pernah tolong pegang kawan yg dirawat di darul s....selepas kejadian ni berlaku pergerakan dlm belikatnya.

Dulu ada seorang remaja ambik ijazah silat batin dari seorang pawang, hampir merogol adik sendiri.
Yg belajar silat dan perubatan yg dah difatwakan sesat, mengadu perkara yg sama.
Yg menghafal ruqyah dari buku, bunuh ibu sendiri. Yg baru di ijazahkan ruqyah dibangi dulu....esok bunuh anak sendiri.
Byk kes dah...ku terapi zikir, tak sampai 10 minit, pesakit muntah2. Rasa lega bila yg terbuku didada dan belikat keluar semua.


Sebelumnya pada jam 7 mlm, seorang bapa membawa anak perempuannya yg kemurungan , katanya gara-gara menonton CD MUNAFIK. Si anak mengaku selepas ikut baca mantera ( ayat al quran) yg di baca Shamsul Yusof, beliau kemurungan dan tak boleh makan.

14/5/2016 - Pesakit dari Johor anak dara sunti masih belajar di kolej kerap sakit perut seolah gastrik. Bila mula di ruqyah, beliau rasa mual dan trauma. Beliau dah tak boleh duduk dlm majlis zikir, majlis baca Yaasin kerana ada perasaan tak enak dan dtg pening2.

Ku terapi zikir padanya, alhamdulillah tiada reaksi negatif malah beliau tenang. Emaknya menceritakan mereka dah serik di ruqyah, kesemua memberi effect yg sama, menambah sakit bukan menyembuhkan.
Ku hanya menyampaikan. Ini dakwahku dlm mengajak kalian kembali men Tauhidkan Allah Azzawajalla. Hanya hidayah dan taufik dariNya shj dpt menyedarkan kalian.