Monday, May 2, 2011

RAHSIA BISMILLAH AR RAHMAN AR RAHIM




Serial Ilmu Huruf, Rahasia Huruf dan Angka

Abjad Ilm Huroof Rahasia Huruf BA

BA - HURUF ARAB

Huruf Arab Ba ( ) setara dengan huruf 'B' dalam abjad Inggris.
Itu adalah huruf kedua dalam bahasa Arab.
Ba dalam numerology Arab yang dikenal dengan Abjad, mempunyai nilai 2.
Rahasia Bahr Qudra Samudera Kekuatan
Ba Seen Meem Bism

Artikel ini adalah tentang makna spiritual dari huruf Ba.

PERKENALAN HURUF BA

Dalam Risalah pertama yang diterima Nabi Muhammad dari Allah melalui Jibril ( ) adalah
"Bacalah: Dengan nama Tuhan/Rabb mu..."
[Quran: Al Alaq Surat 96]

Baca apa? Baca Bismi Rabbik.
Ayat itu menunjuk pada huruf Ba ( ).

Baca : Ba ( ), Seen ( ), Meem ( ), Bismi. { Ba adalah Bahr Qudra, Seen adalah Ya-
Seen, Meem adalah Muhammad = melalui Sayedena Muhammad masuk kepada Jantung
(Qalbu) Nya yang bernama Ya-Seen untuk masuk kembali ke Bahr Qudra}.

Huruf Ba adalah huruf pertama dalam ayat Bismillah, yang ditunjukkan pada bagian atas
halaman ini. Bismillah adalah ayat pertama dalam al Quran. Semua Surat dalam al Quran memulai dengan ayat Bismillah kecuali Surat 9 Tawba.

Mengapa itu dihilangkan di awal Surat 9?

Tingkat ke sembilan adalah untuk kembali kepada Gua mu, sebagaimana Allah sebutkan
dalam Surat al-Kahf, "Ketika kamu berpaling dari mereka dan benda yang mereka sembah selain Allah, masukkan dirimu kedalam Gua: Rabb mu akan melimpahkan Rahmat Nya kepada mu..."
[18:16].

"Gua itu adalah Hadhirat Ilahi. Disini diserukan doa mulia Nabi : 'Ya Allah, Engkaulah tujuan ku dan Kesenangan Mu adalah yang aku cari.' Jantung, ketika dia berputar antara akhir dan awal pemompaannya, keberadaannya pada level Sejatinya Hadhirat Ilahi. Karena Dzat Ilahi itu adalah sumber semua makhluq ciptaan, jantung itu akan menjadi satu dengan setiap ciptaan yang terkecil pun di alam semesta ini. Qalbu yang telah memahami rahasia titik sembilan akan dapat melihat segala
sesuatu, mendengar segala sesuatu, mengetahui segala sesuatu, merasa segala sesuatu, memindai segala sesuatu, 'Sampai Dia akan menjadi telinga yang dengannya dia mendengar, mata yang dengannya dia melihat, lidah yang dengannya dia berbicara, tangan yang dengannya dia menggenggam, dan kaki yang dengannya dia berjalan. Dia akan berbusana Ilahiah, dia hanya perlu mengatakan kepada sesuatu Jadilah! dan itu akan terjadi.'"

MENCARI BISMILLAH

Mengapa mencari Bismillah? Jika Bismillah tidak hilang dari salah satu Surah, tak seorangpun akan mengkaji bersungguh sungguh pada ayat Bismillah. Itu akan terlewatkan oleh setiap pembaca al Quran. Pada awal Surah 9 {rahasia Pintu kepada Haqqiqat 9} pembaca diberi tahu oleh Allah, Lihatlah!, ayat pembuka Bismillah hilang. Pergilah dan carilah ayat Bismillah.

Pembaca begitu terbiasa membaca setiap Surah dalam al Quran dimulai dengan Bismillah.
Kini pembaca perlu dibangunkan. Kedua, dalam semua surah sebelumnya 1 sampai 8 huruf
pertama adalah Alif ( ) or Ya ( ) sebagai berikut:

Surah 1 : Al Fatihah: Al Hamdu Lillahi Rabbil Alameen
Surah 2: Al Baqara: Alif Laam Meem
Surah 3: Al Imran: Alif Laam Meem
Surah 4: An Nisaa: Ya Ay Yuhan Nas Sut Takoo Rabbakum...
Surah 5: Al Maida: Ya Ay Yuhal Lazeena Amanu...
Surah 6: Al Anaam: Al Hamdu Lillahil Lazee....
Surah 7: Al Aaraf: Alif Laam Meem Saad
Surah 8: Al Anfal: Yas Aloo Naka Aanil Anfaal...
Surah 9: At Tawba: Baraa atum Min Allahi Wa Rasoolih

{Semua ciptaan dalam angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9 1-8 mendukung Singgasana (Arsy) dan 9 Duduk
padanya.}

SEBAGAI GANTINYA MENDAPATI BA

Surah 9 tidak dimulai dengan ayat Bismillah. Itu tidak dimulai dengan huruf Alif ( ). Itu tidak dimulai dengan huruf Ya ( ). Surah 9 dimulai dengan huruf Ba ( ).
Yang lagi lagi memberi tahu pembaca Perhatikan !, Bismillah hilang (dari Surat 9 ini) dan ayat pertama Surah ini dimulai dengan huruf Ba.

Jika itu tidak berarti apapun, maka perhatikan nama nama dari 9 surah pertama. Hanya terdapat dua surah dalam sembilan surah pertama dengan huruf Ba di dalam namanya.
Mereka itu adalah surah 2 dan 9.
Surah 9 adalah surah kedua yang memiliki huruf Ba dalam namanya.
Kata kedua dapat diterjemahkan sebagai angka 2 yang adalah nilai huruf Ba.
Mengapa Surah 9? Mengapa bukan Surah 2 yang disebut Baqara, yang satu satunya
surah dari 9 surah pertama yang namanya diawali dengan huruf Ba?,

Mengapa bukan surah 90 yang disebut Al Balad?

Jika kita memperhatikan sistem angka kita,

Angka angka itu adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.
Maka kita perlu mengulang angka angka itu lagi untuk menjadi 10 (puluhan), 100
(ratusan), 1000 (ribuan).
Misalnya, untuk membuat angka 10, kita memerlukan untuk memilih 1 dan 0 dari deretan digit tunggal.
Maka, angka 9 adalah angka digit tunggal terakhir. Sistem per-angka-an normal adalah tak terbatas.
Kita mendengar orang berbicara tentang ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, dan
seterusnya. Tidak terdapat "satu angka besar " yang dapat disebut sebagai angka terakhir yang setelah itu tidak ada lagi angka lain.
Dari sinilah angka 9 digunakan sebagai digit terakhir, tanpa ulangan, menjadi masuk
akal.
Surah Tawba dapat saja ditaruh di posisi manapun dari satu sampai delapan di dalam al Quran selain pada posisi ke sembilan. Namun itu tidak demikian. Itu ditaruh di posisi ke sembilan. Mengapa?

Surah pertama adalah sebuah doa untuk mohon petunjuk dari Allah. Surah kedua dan ketiga adalah petunjuk dari Allah. Mereka berdua diawali dengan Alif Laam Meem .
Alif ( ) – Percaya akan Allah, Laam ( ) – katakan La ilaha ill Allah dan Meem ( ) -
Muhammadur Rasul Allah.

Surah 4 sampai 8 adalah petunjuk lanjutan dan nutrisi jiwa.

Kemudian surah 9 adalah sebuah peringatan { Pemilik Safa’at Lestari Muhammad RasulAllah ,Ciptaan yang dimuliakan Malik Hayat Malik Dunya} .

Itu seperti penciptaan seorang manusia. Diperlukan sembilan bulan untuk pembentukan. Setelah sembilan bulan sang jabang bayi harus meninggalkan kenyamanan rahim ibunya dan menghadapi dunia. Bayi itu mulai belajar dari saat itu seterusnya.

Setelah bersaksi mengucapkan Kalimah tanpa sedikitpun keraguan, Allah kemudian memberi isyarat sang pencari untuk memperhatikan huruf Ba. Karena itu hilang dan sebuah isyarat telah diberikan, maka kini carilah itu. Ketika kamu mendapatkannya perhatikanlah. Setelah kamu memahami huruf Ba maka kamu memiliki kunci ke surga.

MAKNA HURUF BA

Karena tidak ada angka setelah 9, itu adalah tahap terakhir. Di dalam setiap pertandingan, atau olah raga, orang umumnya menghormati mereka yang datang terlebih dahulu, kedua atau ketiga. Tak seorangpun yang peduli kepada mereka yang datang ke empat sampai terakhir. Kecuali Allah, Dia memandangi abdi Nya lagi dan lagi, dengan Rahman dan Rahim, Perhatian dan Ampunan. Dia memperlihatkan kepada kita, pada tahap terakhir (yaitu 9 atau surah 9) lihatlah Ba.

Dia telah menciptakan segalal sesuatu dari sebuat noktah atau tetes. { Stuktur Atom dari semua ciptaan hanyalah titik yang berputar }
Titik ciptaan itu dinyatakan atau disimbolkan di bawah huruf Ba.
Dia menciptakan kita dari sebuah noktah (tetes) yang tidak suci (murni). Sembilan dalam numerologi Abjad mewakili huruf Toin ( ). Toin mewakili kesucian, dari sinilah kata Arab Tayyab – yang dieja dalam Arab Toin, Ya dan Ba ( ).
Huruf Arabic Ya mewakili ilmu.
Allah telah mengajari kita bagaimana mensucikan diri kita sendiri. Allah mengajari Adam (setiap manusia) segala nama, yang adalah yang dimaksud dengan Hadits:

Setiap Utusan Allah mengatakan, "Setiap anak yang dilahirkan dia dilahirkan dengan sebuah iman yang benar (seorang Muslim) namun orang tuanyalah yang mengubahnya menjadi Judaism atau Khristianity....
[Sahih Bukhari]

Allah telah mengirimkan al Quran dan Utusan Nya ( ) sebagai pemberi peringatan untuk
memperlihatkan abdi Nya bagaimana untuk mensucikan diri mereka sendiri. Secara fisik kita tidak pernah dapat menjadi suci betapapun kita membasuh dan menggosok diri kita sendiri. Tetapi kita harus mencoba mensucikan diri kita sendiri sebaik baiknya yang dapat kita lakukan. Halangan terbesar dalam mensucikan diri kita terletak pada tetes terakhir air seni kita. Kita harus membersihkan diri kita sendiri (dengan petunjuk Allah) bebas dari tetes terakhir itu, atau apapun yang kamu ingin menyebutnya. Ini disebutkan di dalam al Quran:

4 Dan jagalah pakaian mu bersih dari noda
[al Quran: Al Muddassir Surah 74]

NILAI NUMERIK HURUF BA

Segala sesuatu dalam Islam memiliki makna lahir biasa dan sebuah makna-dalam (spiritual). Kedua makna itu berlaku, namun kebanyakan Muslims hanya menyadari makna lahirnya saja.

Makna spiritual ayat 4 Surah 74 adalah:

11 Ingatlah Dia menyelimuti kalian dengan semacam rasa ngantuk dari Diri Nya agar kalian merasa tenang dan Dia membuat hujan turun kepada kalian dari langit (syurga/jannah) untuk dengannya membersihkan dirimu untuk membuang darimu noda Syaitan untuk memperkuat qalbumu dan untuk menanamkan kakimu kuat kuat dengan itu.
[Quran: Al-Anfal Surah 8]

14 Sesungguhnya! namun di qalbu mereka terdapat noda dari (keburukan) yang mereka perbuat!
[Quran: Al Mutaffiffeen Surah 83]

Ketika kita mencoba membuang tetes terakhir air seni secara lahirnya, di dalam (batin) kita membuang noda Syaitan dari qalbu kita. { Apabila kamu memperhatikan tentang apa yang orang tidak tahu atau lihat, maka kamu mencapai bagusnya spiritual Ihklas}

Maka kita dapat melakukan Wudhu.

Sisi spiritual Wudu dijelaskan oleh wali termashur Ali bin Usman al Hujwiri (semoga barokah Allah baginya). Ali bin Usman (juga dikenal sebagai Datta Ganj Baksh) dikirim ke India oleh Mursidnya dan dia tinggal di Lahore (kini Pakistan) sampai napas terakhirnya¸ yang tercatat pada 1064-5 (456 Hijriyah) atau 1071-2 (464 H). Dia mengislamkan tak terhitung banyaknya orang Hindu. Dia telah menulis di dalam bukunya Kashf Al Mahjub dalam bab tentang Pensucian:

Pensucian lahir dan pensucian batin harus terjadi bersamaan.

Ketika seorang membasuh tangannya, dia harus membasuh qalbunya bersih dari
keduniaan.
Ketika dia memasukkan air ke dalam mulutnya, dia harus mensucikan mulutnya dari
menyebut selain Allah.
Ketika dia membasuh mukanya, dia harus berbalik dari semua hal yang keseharian dan
menghadap kepada Allah.
Ketika dia mengusap kepalanya, dia harus menyerahkan urusannya kepada Allah.
Ketika membasuh kakinya, dia tidak boleh membentuk niat untuk berpihak kepada
apapun kecuali sesuai dengan Perintah Allah.
Maka dia akan disucikan dua kali.

Perhatikan kita sedang membicarakan tentang Ba atau 2, atau lahiriah dan batiniah.
Kesucian lahiriah tidak berguna tanpa kesucian batiniah. Mereka berdua harus disatukan untuk mencapai kesucian sejati. Ini dicapai bila qalbu dan pikiran tersucikan dari semua pikiran dan keinginan buruk (sataniah) dengan menjaga agar Allah selalu dalam pikiran. Ketahuilah bahwa Allah melihat setiap tindakan kita, dan Allah mendengar setiap kata kata kita dan Allah mengetahui setiap pikiran kita. Jika kita dapat mempertahankan tahap itu, selalu sadar akan Hadhirat Allah, kita akan tersingkir dari dosa. Setelah mensucikan baju lahir dan batin kita, barulah kita bisa mendekati Allah.

Dia kemudian menaikkan kita di atas para malaikat dan membuat mereka bersujud kepada Adam.
Maka Tayyab adalah {Sayedena TaHa al-Tahir}
Toin ( ) untuk - pensucian,
Ya ( ) untuk – dengan pengetahuan kita selalu dalam Hadhirat Allah,
Ba ( ) untuk – noktah atau tetes atau qalbu.

284 Untuk Allah milik semua yang berada di langit dan di bumi. Apakah kamu
memperlihatkan apa yang ada dalam pikiran kamu atau menyembunyikannya .Allah minta kamu mempertanggung jawabkannya. Dia mengampunkan siapapun yang Dia kehendaki dan
menghukum siapapun yang Dia kehendaki. Allah memiliki kuasa atas segala sesuatu.
[Quran: Al Baqara Surah 2]

NILAI NUMERIK TERSEMBUNYI BA

Memandang kepada huruf Ba dengan cara lain. Jika kita menulis huruf itu sebagaimana kita membacanya, itu tertulis .
Ba, Alif dan Hamza .

Maka nilai numeriknya menjadi ( Ba = 2, Alif = 1, Hamza = 1) 1+1+2 = 4.

Memandang kepada ayat Bismillah, terdapat 3 Meems dari BisM Allah Ar RahMan Ar
RaheeM.
Allah merubah noktah pada Ba atau tetes menjadi sebuah makhluq dengan 3 elemen,
Bumi, Api dan Air.
Setelah kelahiran bayi yang baru lahir jika ditetapkan untuk hidup diberi Napas Allah yang diwakili oleh huruf Ha ( ) dari nama AllaH dalam ayat Bismillah. Itu menambahkan elemen ke empat Udara.
Dengan elemen terakhir itu Allah menyelesaikan penciptaan. Jika bayi yang baru lahir itu tidak ditetapkan (ditakdirkan) untuk hidup, maka elemen ke empat itu ditahan. Begitu juga pada saat kematian, Allah membuang elemen ke empat dari seorang makhluq melalui malaikat Azraeel ( ).

156 Yang mengatakan ketika dilanda musibah: "Kami milik Allah dan kepada Nya kami kembali."
[al Quran: Al Baqara Surah 2]

Bismillah terdiri atas 19 huruf { Al Quran berisi 114 (= 6x19) Surah,
kedalam dengan 30 Juz kedalam 7 ayat Fatiha kedalam 19 huruf
Bismillah kedalam BA}

1-9 semua ciptaan dalam 1 sampai dengan 9 Allah menunjukkan Kode Bi-Nair pertama.

Yang mewakili 1 Pencipta yang menciptakan seorang manusia dalam 9 bulan dan suara pertama yang harusnya diterima bayi yang baru lahir itu adalah Adzan. Ini memberi keterangan pendatang baru itu:

Allahu Akbar, Allahu Akbar, (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)
Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Saya bersaksi tiada sesembahan kecuali Allah,
Saya bersaksi tiada sesembahan kecuali Allah,
Saya bersaksi Muhammad adalah Utusan Allah,
Saya bersaksi Muhammad adalah Utusan Allah,
Datanglah kepada shalat, Datanglah kepada shalat,
Datanglah kepada kebaikan, Datanglah kepada kebaikan,
Allahu Akbar, Allahu Akbar
La ilaha ill Allah (Tiada sesembahan kecuali Allah)

Memperhatikan Adzan, Allahu Akbar disebutkan sebanyak empat kali awalnya. Ini adalah untuk memberi tahu bayi yang baru dilahirkan bahwa dia telah diciptakan Allah dari empat elemen. Ini sama dengan nilai numerik tersembjunyi dari Ba .

Setelah itu setiap kalimat diulang dua kali yang adalah nilai normal Ba ( ). Pada akhirnya La ilaha ill Allah disebutkan hanya sekali.

Ini untuk menekankan bahwa meskipun kamu, bayi yang baru lahir, diciptakan dari Ba, Pencipta kamu adalah Allah yang SATU.

Adzan itu diserukan ke telinga kanan.
Setelah menyelesaikan Adzan di telinga kanan, itu diucapkan lagi pada telinga kiri. Maka Adzan itu disuarakan dua kali seluruhnya. Ini seimbang dengan ciptaan baru itu dari noktah Ba dan nilai numeriknya.

Noktah dibawah Ba ( ) juga mewakili putaran Utusan sebelum kedatangan Muhammad .
dan Muhammad menjadi penutup para Nabi diwakili diakhir ayat Bismillah dengan huruf
Meem ( ). Ayat Bismillah diberikan kepada setiap Rasul Allah dari Adam ( ) ke Isa ( ). Namun, Bismillah ditarik dari ummat lainnya ketika Rasul Allah mereka meninggalkan mereka (wafat). Akhirnya Bismillah diberikan kepada Muhammad dan ummatnya. Para Muslim adalah satu satunya ummat yang masih mempertahankan ayat ini. Mengapa?

Alasan di belakang ini adalah bahwa Meem diperlukan di akhir ayat ini untuk menyempurnakannya. Setelah Muhammad pintu Utusan Allah telah tertutup. Muhammad sebagai penutup dari lingkaran Utusan Allah. Maka Muhammad dan ummatnya, yaitu para Muslim, adalah penjaga dan pemilik sah dari ayat ini.

PENGGUNAAN YANG DISENGAJA DARI HURUF BA DI DALAM AL QURAN

Marilah kita perhatikan contoh lain dari huruf Ba dari al Quran.

96 Bayt (Rumah) pertama ditetapkan untuk manusia adalah bahwa Bi (dalam) Bakka penuh
MuBaraka (berkah) dan petunjuk untuk semua jenis ciptaan:

97 Di dalam nya terdapat tanda tanda jelas; maqam Ibraheem; barang siapa yang memasukinya mereka mendapatkan keselamatan; (dalam) pergi hajji terdapat sebuah kewajiban manusia terhadap Allah (bagi) mereka yang mampu melakukannya; namun bila siapapun mengingkari iman, Allah teguh kokoh tidak memerlukan yang manapun di antara ciptaan Nya.
[al Quran: Al Imran, Surah 3]

Mengambil contoh Hajj, perjalanan ke Makkah (Mecca), jika ditinjau dari konteks ini mewakili sebuah lingkaran atau noktah. Ka’aba (Sang Kubus) adalah pusatnya, dan manusia membuat Thawwaf, atau berputar mengitari Ka’aba itu. Perhatikan bahwa nama Ka’aba memiliki huruf Ba menjelang akhir.

Namun nama Ka’aba tidak digunakan di dalam ayat tersebut di atas. Karena huruf Ba adalah menjelang akhir dari kata / nama Kaaba,

untuk memperlihatkan huruf Ba Bayt (rumah) pertama digunakan untuk menunjuk
kepada Ka’aba.
Bila itu belum menunjukkan secara jelas maka selanjutnya ditekankan oleh kata pertama sesudah (yang menjelaskan) Bayt.
Pertama apa? Ba pertama! Kata Bayt membawa huruf Ba mengawali kata Bayt atau di
tempat pertama.
Bahkan jika kunci ini juga terlewat, terdapat petunjuk ketiga. Makkah dituliskan sebagai Bakkah.
Huruf Ba ( ) muncul empat kali dalam ayat 96 di atas.
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, terdapat empat elemen, Bumi, Api, Air dan Udara
digunakan dalam penciptaan.
Jika kita menempatkan sebuah 0 atau noktah setelah (angka) 4 kita mendapatkan 40 yang adalah nilai numerik dari Meem ( ).
Jika huruf Ba dalam Bakkah digantikan dengan Ma atau Meem, nama kota itu menjadi
Makkah.

Allah tidak menggunakan kata Ka’aba namun kata Bayt sebagai gantinya. Allah tidak
menggunakan kata Makkah namun kata Bakkah sebagai gantinya diawali oleh Bi. Kemudian kata MuBaraka digunakan untuk petunjuk lagi, LIHATLAH! Meem { Galb Muhammadia} telah
digantikan oleh Ba. LIHATLAH ! Meem dan Ba diperlihatkan bersama di sini. Meem sebetulnya bisa digunakan, tetapi itu tidak demikian. Maka, Lihatlah pada Ba!

LIHATLAH LAGI PADA HURUF BA DAN BELAJARLAH

Surah 3 ayat 96 berakhir dengan petunjuk untuk semua jenis ciptaan dan ayat berikutnya, ayat 97 diawali dengan di dalam nya terdapat tanda tanda yang jelas, artinya nampak, bukti, jelas, terang, tak pelak lagi. Apa tanda yang jelas, nampak, bukti, jelas, terang, tak pelak lagi?

Allah memperlihatkan kepada kita pembentukan sebuah Atom sebelum ilmuwan fisika nuklear muncul di panggung (dunia).

Definisi dari sebuah atom:

Sebuah atom terdiri atas partikel (zarah) terkecil yang tak dapat dipecah lagi.Sebagian besar itu terdiri atas ruang kosong. Pada pusat ruang ini terdapat inti yang sangat kecil yang disebut nucleus. Massa itu terkonsentrasi di dalam nucleus itu. Satellite yang disebut elektron berkeliling dalam orbit di sekitar nucleus itu.
Para hajji mengitari Ka’aba adalah sebuah pencitraan visual dari sebuah atom dalam
skala besar.
Ka’aba itu adalah nucleus nya dan manusia yang mengelilinginya adalah elektron nya.
Ahli nuklier Kristen mungkin menyatakan telah menemukan atom ini. Kenyataannya Allah telah memberi tahu kita untuk memperhatikan huruf Ba 1400 tahun yang lalu.
Sayangnya tak seorang sarjana Muslim pun hadir pada titik penemuan atom itu untuk
membuktikan apa yang al Quran ungkapkan adalah Kebenaran.
Kita Muslim selalu mengandalkan pada para Non-Muslims untuk membuktikan Kalimat
Allah adalah Kebenaran.
Saya tahu ayat 96 mengatakan petunjuk bagi semua ciptaan, namun akan lebih
melegakan jika para Muslim menemukan beberapa tanda tanda Allah dalam hari hari dan masa ini. Tidaklah cukup baik untuk hidup dalam kejayaan masa lalu.
Kata operasional nya adalah (masa) lalu. Kebanyakan dari para Muslim saat kini
mengekor di belakang dalam penemuan bidang ilmu dan teknologi.
Bahkan sebagian Muslim memandang ilmu dan teknologi sebagai musuh Islam.
Kelompok terakhir ini sama sekali tersesat.
Seseorang harus mencari perlindungan Allah dari mereka yang tersesat ini, karena
semua ilmu berasal dari Allah apakah itu spiritual atau sains. Kedua duanya ilmu spiritual dan sains bekerja bersama sama.

Namun demikian ada cara lain untuk melihat hal itu. Bismillah, memulai
dengan huruf Ba.

Huruf ini mewakili ciptaan. Allah menciptakan segala sesuatu dari sebuh noktah.
Manusia, hewan, tetumbuhan, mereka semua diciptakan dari noktah atau biji.
Bahkan biji itu sendiri diciptakan dari noktah yang kita sebut atom. Apabila kita terapkan hal ini kepada gas, mineral dan cahaya, itu tetap berlaku.
Bahkan atom jika dipecah pecah lebih lanjut menjadi electron, proton, neutron dan
photon mereka semua bergerak berputar mengitari nucleus, memberi effek (kesan) sebuah
noktah.
Jika kita mengarahkan pandangan kepada matahari, bulan, bumi dan semua planet
lainnya, bahkan mereka ini seperti noktah.
Bahkan lintas putaran (orbit) planet adalah lingkaran, mewakili sebuah notah.
Jadi apapun yang kita lihat dapat diartikan sebagai sebuah bentuk, raga atau bentuk, atau itu dapat dilihat sebagai sekumpulan noktah atau atom yang saling melekatkan diri untuk menghasilkan sebuah pola. Mereka semua memiliki satu hal yang sama. Semua ini, hewan, tetanaman, mineral, sesungguhnya seluruh alam semesta (cosmos) diciptakan oleh Satu Wujud yang adalah Sang Pencipta , Yang tidak diciptakan.

APAKAH NOKTAH ITU BERGERAK SEARAH JARUM JAM ATAU BERLAWANAN
ARAH JARUM JAM ?

Analogi lain dari Tawaf (hajji mengelilingi Kabbah) adalah bahwa Bumi berputar pada
sumbunya dari timur ke barat.
Karena matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Gerakan ini adalah berlawanan
dengan arah jarum jam.
Begitu juga dengan Tawwaf, mengambil Kaaba sebagai sumbunya. Hajji mengelilingi
Kaaba berlawanan dengan arah jarum jam.
Bumi itu sendiri mengelilingi matahari dalam lintasannya dalam arah berlawanan arah
dengan jarum jam. Terdapat kesempatan lima pupuh-lima puluh, itu adalah betul.
Sama saja, terdapat kesempatan lima puluh – lima puluh, itu adalah salah. Karena
petunjuk itu dari Allah, Tawwaf itu berharmoni sempurna dengan ciptaan Allah : malam dan siang. Tawwaf itu berh armoni sempurna dengan ciptaan Allah : musim (yang diakibatkan letak) matahari.

Kini, jika kita memandang jam dan arloji, gerakan mereka adalah searah jarum jam, yaitu dari kiri ke kanan seperti halnya menulis bahasa Inggris contohnya. Jika sekiranya penemu jam adalah seorang Muslim mungkin kita hari ini akan memiliki jam dengan gerakan dari kanan ke kiri. Yang adalah berlawanan arah jarum jam dengan angka yang juga meningkat dengan arah berlawanan jarum jam. Maka arah berlawanan jarum jam akan menjadi sesuai arah jarum jam.

Maka para penemu jam (yang kita kenal) hari ini dulunya secara di bawah sadar mencoba untuk menguasai waktu dengan merancang jam yang berlawanan dengan perputaran bumi dan orbitnya. Semua ini adalah agar supaya menghindari pertemuan mereka dengan Sang Pencipta mereka. Mereka mengabaikan dua hal. Satu, waktu tidak menunggu manusia. Dua, bahkan bila waktu bergerak mundur, mereka akan tetap bertemu dengan Sang Pencipta mereka. Karena Dia hadir pada saat awal, Dia hadir pada saat kini. Dan Dia akan hadir selalu. Muhammad berkata

: "Allah hadir dan tiada sesuatupun selain Dia ". Dan Ali ibn Talib (ra) menjawab: "Dan Allah adalah kini seperti halnya Dia sebelum ini ".

Yang artinya 'Saat ini adalah sama dengan saat yang itu juga '
Kini setelah kita melihat Tawwaf dalam makrokosmos. Mari kita melihatnya dalam
mikrokosmos.
Setiap atom dari sebuat bentuk, apakah itu manusia, tetanaman, batu dan bahkan benda yang paling keras pun seperti diamond (berlian) dan tungsten sedang melakukan Tawwaf berkesinambungan, siang dan malam, malam dan siang.
Mereka semua memiliki zarah (noktah) yang berputar pada sumbunya.
Penemuan atom adalah kemajuan ilmu pengetahuan dalam masa kita ini.

TEKNOLOGI DITURUNKAN DARI HURUF BA

Kini, mari kita perhatikan kemajuan ilmu pengetahuan dan lihatlah bagaimana itu terkait dengan huruf Ba.

Hampir setiap orang di masa dan zaman sekarang ini telah melihat dan bahkan juga
menggunakan sebuah komputer.
Meskipun para penemu komputer itu tidak menyadari hal ini namun mereka mendasarkan
komputer itu pada huruf Ba yang adalah angka dua.
Komputer itu hanya mengenal dua situasi, sambung atau putus, yang mewakili 1 atau 0
yang disebut sistem/format Binair.
{Al Quran dalam Bismillah = 19 kode Binair untuk ciptaan }
Perhatikan terdapat dua kondisi yang adalah nilai numerik Ba atau sebagaimana para
ilmuwan suka menyebutnya sebagai BI (dua).
0 itu mewakili noktah (titik).
Jika pemakai komputer itu mungkin memasukkan angka dengan sistem sepuluh
/desimal, komputer itu tidak dapat menggunakan (masukan) mereka itu.
Perangkat lunak itu harus mengubah angka desimal ke dalam format binair sebelum
perangkat keras itu dapat membuat perhitungan apapun. Setelah menghitung jawaban binair {Utusan Dhzahir Allah Yang Menghubungkan Sang Pencipta dengan Ciptaan Nya, Tawassul} dari perangkat keras harus dirubah kembali ke dalam sebuah angka desimal oleh perangkat lunak itu untuk memberi makna bagi pengguna komputer itu.

Kemudian kita mencermati al Quran lagi, dan kita diberi tahu Allah:
36 Maha Suci Allah Yang menciptakan berpasangan semua yang diproduksi / dikeluarkan bumi dan juga sebagaimana di antara jenis mereka sendiri dan berbagai hal yang mereka tidak memiliki ilmu.{ 36 for Yaseen}
37 Dan sebuah tanda untuk mereka adalah Malam: Kami menariknya dari Siang dan lihatlah mereka terbenam dalam kegelapan
[Quran: Ya Seen, Surah 36]
1 Demi Malam ketika dia menyembunyikan;
2 Demi Siang ketika dia muncul dalam kegemilangan;
3 Demi penciptaan lelaki dan perempuan
[Quran: Al Lail Surat 92] {92 cermin nya adalah 29 Ilmu ghaib, nama ke 9+2=11 Rasul adalah YaSeen yaitu (ayat) 36 Rahasia Ya Seen adalah Decoder antara Ciptaan dengan Sang Pencipta }

ALLAH SANG ASAL USUL (ORIGINATOR)

Kita diberi tahu tentang dua keadaan malam dan siang, yang dapat disamakan dengan 1
dan 0 atau 0 dan 1 tergantung kepada pilihanmu.
Kata ciptaan digunakan dalam kedua Surah 36 dan 92, untuk menekankan, 2 keadaan itu.
Analogi lain dari dua adalah, satu keadaan adalah keadaan tak tercipta dan keadaan
lainnya adalah keadaan tercipta.
Asma Allah Sang Pencipta dalam kedua kasus adalah al Khaliq.
Dalam keadaan tak tercipta, benda itu adalah dalam bentuk ingatan, atau visi (bayangan).
Kemudian dalam keadaan tercipta benda itu mengambil bentuk fisik dan tampak di dalam dunia.
Namun ciptaan sesungguhnya adalah dalam bentuk Ba. { Sebagaimana Dia memberi
Rahim Perempuan kekuatan Penciptaan Sang Raja (al Malik) harusnya mengawasi }
Allah tidaklah menciptakan secara fisik (dengan tangan). Dia tidak memerlukan itu:
117 Badeeu (Sang Asal Usul) langit dan bumi! Apabila Dia menetapkan sebuah hal, Dia
mengatakan: Jadilah! Dan jadilah itu
[Quran: Al Baqara Surat 2]

MENDAPATKAN BISMILLAH YANG HILANG

Kembali kepada ayat Bismillah. Itu adalah ayat pertama dalam al Quran ketika kita
membuka al Quran pada halaman pertama. Itu ditempatkan pada awal setiap Surah di dalam al Quran kecuali untuk Surat 9.
Bismillah yang hilang itu didapatkan dalam Surah 27 yang disebut Al Naml dalam ayat
30{Lam=30 mewakili Mulk atau Kerajaan }. Bila kita mempertambahkan angka Surah itu 2+7 = 9.
Jadi, itu disengaja dibuang dari Surat 9. Kini soalnya adalah, Mengapa ayat 30 yang
dalam bentuk angka tunggal adalah 3 (=3 +0) dan bukan ayat 20 yang akan menunjuk kembali ke Ba atau 2? {30 Allah memperlihatkan Raja Ciptaan yaitu Yang dikaruniai Kekuasaan adalah Pemilik Bismillah, Nabi Sulaiman menggunakan kekuasaan / kekuatan dari Bismillah ini untuk kerajaannya }
Jadi, Al Naml ditempatkan sebagai 9 ke tiga , (9, 18, 27) atau 9 x 3 = 27.
Bahkan jika kita mengalikan nomer Surah dengan nomer ayat kita mendapat 27 x 30 =
810 = 8 + 1 + 0 = 9.
Lagi lagi kita diberi tahu bahwa ini adalah tahap terakhir.
Kamu mencari Bismillah, carilah lagi, namun ingatlah selalu nomor / angka 3.
Tiga adalah angka nilai huruf Arabic Jeem ( ). Jeem tidak terdapat dalam ayat ini. Jadi menunjuk kepada apakah angka 3 ini?
Terdapat hanya dua huruf yang terjadi 3 kali dalam Bismillah.
Mereka itu adalah Alif ( ) dan Meem ( ).
Huruf pertama dalam Nama Allah adalah Alif ( ).
Huruf pertama dalam nama Muhammad adalah Meem ( ).
Nilai angka Alif ( ) adalah 1 dan nilai angka Meem ( ) adalah 40.
Jika kita mengalikan nilai angka Alif dan Meem dengan angka dari kejadian (munculnya) mereka berturut dalam ayat Bismillah kita mendapatkan berikut ini:
Untuk Alif 1 x 3 = 3
Untuk Meem 40 x 3 = 120 = (1 + 2 + 0) = 3

RAHASIA PERTAMA BISMILLAH

Maka perkiraan pertama untuk mencari 3 kejadian/kemunculan adalah benar.
Perhitungan di atas membenarkan hal itu.
Itu tidaklah cukup bagi Allah untuk memberi kita Kalimat Pertama La ilaha ill Allah
Muhammadur Rasul Allah.
Dia memberi isyarat lagi disini, itu adalah ketika seseorang membaca ayat Bismillah, La ilaha ill Allah Muhammadur Rasul Allah secara otomatis disebutkan oleh yang membacanya tanpa diketahui olehnya.
Kalimat pertama ini juga dikenal sebagai Kalima Tayyab (Kesucian).
Adalah pembacaan Kalimah Tayyab inilah yang mensucikan spiritual sang Muslim.
Semua Utusan ( )Allah tahu bahwa Muhammad akan dikirim oleh Allah sebagai
Penutup semua Rasul ( ).
Ini adalah alasan lainnya mengapa ayat Bismillah diberikan kepada semua Rasul Allah
dan ummatnya sejak Adam ( ) sampai Isa ( ).
Para Rasul Allah mengetahui rahasia tersembunyi dalam Bismillah.
Ketika para Utusan ummat terdahulu meninggalkan mereka, Bismillah diambil kembali
dari mereka.
Ummat Muslim masih mempertahankan ayat ini karena mereka telah menerima bentuk
dzahir (nampak) dari Kalimat pertama .
Para Ummat lainnya itu tidak menerima Kalimat pertama dalam bentuk nampak/
dzahirnya.
Di dalam Kalimat, kata kata adalah terungkap, sangat jelas, tak pelak lagi.
Disini kata kata itu tersembunyi atau Batin.
Ketika kita membaca Bismillah dengan keimanan penuh, Allah memberi kita karunia
pertama karena telah membaca Bismillah, plus hadiah karena mengatakan Kalimat (Syahadat) Pertama tiga kali ditambahkan kepada karunia tadi. Allah sangat murah hati kepada ciptaan Nya.Muhammad meninggalkan kepada kita sebuah kunci.
Jika kita memperhatikan huruf yang membentuk tulisan Rasul Allah kepada kepala
negara di sekitarnya agar mereka memeluk Islam, tulisan itu dimulai dengan Bismillah Hir Rahman Nir Raheem Muhammadur Rasool Allah.
Itu adalah kunci bahwa Kalimat (syahadat) pertama tersembunyi di dalam ayat Bismillah. Bagian pertama dari Kalimat adalah tersembunyi,
Karena Allah tidak dapat terlihat di dunia ini.
Bagian kedua nampak karena itu adalah fakta sejarah bahwa Muhammad Utusan Allah
datang ke dunia ini dan meninggalkan bagi kita Muslims Keajaiban al Quran.
Hadits berikut ini juga menegaskan bahwa Muslims dianugerahi lebih dari sekali
meskipun kebanyakan dari kita tidak mengetahui mengapa.

Utusan Allah mengatakan,

"Umurmu (keberadaanmu) dibanding dengan ummat sebelumnya, adalah seperti jangka
waktu antara shalat Asr dan Maghrib.
Ummat (kitab) Taurat dikaruniai Taurat dan mereka melaksanakan (isi) kitab itu sampai tengah hari dan mereka tidak dapat melanjutkannya. Dan mereka dikaruniai (hadiah sama dengan) satu Qirat masing masing.
Kemudian ummat Injil dikaruniai Injil dan mereka melaksanakannya sampai shalat Asr
dan mereka tidak dapat melanjutkannya, maka mereka dianugerahi (hadiah sama dengan ) satu Qirat masing masing.
Kemudian kalian dikaruniai al Quran dan kamu melaksanakannya sampai maghrib
(matahari terbenam), maka kamu masing masing mendapatkan (sebuah hadiah) yang sama
dengan dua Qirat.
Atas hal itu, para ahli Kitab mengatakan, 'Para Muslim ini melakukan kerja lebih sedikit dibanding kami, tapi mereka mendapat hadiah lebih besar.' Allah berkata (kepada mereka) :
‘Apakah Aku menganiaya kalian dalam hal hak hak kalian?' Mereka menjawab, "Tidak."
Kemudian Allah berkata, “Itu adalah barakah Ku yang Aku karuniakan kepada siapapun yang Aku kehendaki. "
[Sahih Bukhari]

Tak seorangpun memandang kepada hal yang jelas, bila mencari kunci (atas sebuah rahasia). Kebanyakan jawaban memelototi wajah kita. Semoga Allah membimbing kita.

RAHASIA KEDUA BISMILLAH

Dengan berakhirnya dan selesainya pengiriman para Utusan, Muhammad dan ummatnya
telah dianugerahi dengan (boleh) menyimpan ayat ini sampai dengan Hari Akhir.
Mengapa?

Bismillah adalah Kunci Ke Surga.
Apakah Muhammad telah menemui semua Utusan ( )Allah terdahulu di Langit
ketika Malam Miraaj (Naik Ke Langit)? Dia melakukan itu.
Mereka semua memiliki Kunci ke Surga. Mereka semua memiliki ayat Bismillah.
Disebutkan dalam sebuah Hadits Utusan Allah mengatakan dia telah melihat empat
sungai di surga dan sumber dari tiga sungai adalah tiga Meems ( ) dalam Bismillah, dan sumber satu sungai (lainnya) adalah huruf Ha ( ) dalam nama AllaH .
Nama Muhammad memiliki dua Meems yang nampak.
Meem pertama adalah tunggal.
Meem kedua disebutkan dua kali, pertama sebagai huruf tanpa huruf hidup (vowel atau
aksen) dan kemudian dengan huruf hidup yang dikaitkan dengan huruf itu.
Ini diisyaratkan oleh Shaddah (w) di atas Meem kedua dalam nama Muhammad .
Dalam penulisan dan penghitungan hanya dua Meems yang nampak atau dihitung.
Meem ketiga atau yang tersembunyi hanya terasa dalam pengucapan. Dari sini lah
penekanan pada Zikr (atau penyebutan Nama Allah atau mengirimkan shalawat bagi Muhammad lagi dan sekali lagi) di dalam al Quran.
Dengan Zikr, Allah membangunkan potensi tersembunyi dari abdi Nya itu.
Tiga Meems ini dalam nama Muhammad , darinya dua nampak dan ketiga
tersembunyi, adalah cermin dari tiga Meems dalam Bismillah.
Allah menyuruh kita dalam al Quran untuk mencari tanda tanda.


HIKMAH AL QURAN

2 Kami menurunkan itu sebagai al Quran berbahasa Arab agar supaya kamu dapat mempelajari hikmah.
[al Quran: Yusuf Surat 12]

Perhatikan ayat di atas tadi al Quran Arab agar supaya kamu belajar hikmah.
7 Sesungguhnya di dalam Yusuf dan saudara saudaranya terdapat tanda tanda bagi para Pencari (Kebenaran)
[Quran: Yusuf Surat 12]

Perhatikan nama Surat, Yusuf ( ).

Apa yang pertama muncul dalam pikiran ketika nama Yusuf ( )Rasul Allah disebutkan.
Wajahnya yang tampan yang Allah karuniakan kepadanya.
Kemejanya yang warna warni.
Dilemparkan ke dasar sumur dan dijual sebagai budak.
Menjaga dirinya tetap suci dari rayuan.
Terpenjara untuk waktu tertentu.
Dibebaskan (dari penjara) dan dikukuhkan (diangkat) sebagai pejabat dihadapan
penguasa.
Bakatnya untuk mentamsilkan arti mimpi.

Apakah hikmah yang disebutkan dalam ayat 2, dan bagaimana kita menghubungkannya dengan tanda tanda yang disebutkan dalam ayat 7? Yusuf ( ) tampan untuk dipandang.
Begitu juga al Qurani bahasa Arab adalah sebuah Pesan yang nampak (visual) jika kita siap untuk mencari Pesan Pesan. Kemejanya berwarna warni, dan itu digunakan untuk menyembuhkan kebutaan ayahnya (Yaqub ( )).
Kita orang Muslims memandang dengan mata buta kepada Pesan nampak (visual) dan
spiritual al Quran dan hanya mengambil Pesan tersurat saja.
Namun al Quran adalah sebuah Penyembuh dan Rahmat untuk mereka yang beriman.
Yusuf ( ) dilemparkan ke dalam dasar sumur dan dijual sebagai budak belian. Kita
terkubur di dalam raga kita dan kita menjadi budak dari ide kita yang kaku (yang kita definisikan sendiri).
Kita tidak memandang al Quran dengan pikiran terbuka.
Yusuf ( ) menjaga dirinya tetap murni dari bujukan/rayuan, kita kalah oleh rayuan dan pujukan, baik secara fisik atau spiritual dan menjadi tidak lagi suci. Kita tidak dapat menjaga jantung (kalbu) kita tetap bersih.
Yusuf ( ) terpenjara untuk waktu tertentu dan kemudian dibebaskan dan ditetapkan /
diangkat sebagai pejabat mulia dihadapan penguasa.
Kita menjadi tawanan diri kasar (Nafs) kita dan syaitan, yang darinya kita harus
membebaskan diri kita sendiri, (agar) dan mendapatkan tempat terhormat yang menjadi hak kita di hadapan / hadhirat Allah.
Allah sangat pengampun. Yusuf ( ) memiliki anugerah dari Allah mentafsir mimpi.
Kita semua memiliki sebuah kualitas khusus yang dianugerahkan Allah bagi kita. Kita
harus mencari tahu apa bakat kita yang tertinggi potensinya dan menggunakan itu untuk
kebaikan sesama makluq.

BISMILLAH KUNCI KE SURGA

Kunci ke surga ditempatkan di ayat pertama sekali dalam al Quran dan kita tetap saja luput perhatian terhadapnya dari waktu ke waktu.

Beberapa pembaca akan mengatakan bahwa noktah dan aksen bukanlah bagian dari bahasa
Arab (al Qur’an) aslinya. Itu memang benar.
Noktah dan aksen (dialek) diperkenalkan oleh Khalifah Usman Ghani (ra). Dia adalah
salah satu shahabat Muhammad . Para Shahabat Allah secara spiritual tercerahkan oleh
kedekatan mereka kepada Nabi s.a.w..
Usman Ghani (ra) tahu betul apa yang dia kerjakan.
Dengan menambahkan noktah dan aksen, dia memperlihatkan beberapa rahasia bagi
mereka yang memiliki pandangan (mata).
Hanya mereka itulah yang akan melihat Pesan tersembunyi yang dibimbing Allah.
Alasan jelas untuk menambahkan aksen dan noktah adalah sedemikian hingga setiap
orang, di manapun berada di dunia ini dapat mengenali huruf dan membaca al Quran
sebagaimana dia harusnya dibaca dengan ucapan yang benar.
Ini adalah tekanan utama dalam masa kini.
Bagaimana menyebutkan kata Arab secara benar, belum lagi tentang pemahaman
tentang makna spiritual dari apa yang kita baca.
Huruf yang membentuk kata kata adalah indikasi yang nampak dari sebuah pesan.
Akhirnya ketika membaca al Quran, huruf yang tersembunyi akan menjadi muncul.
Setelah mengenali Alif - Allah adalah Sang Pencipta kita melalui tanda tanda dari makhluq Nya. Kemudian mengenali Meem - Muhammad adalah Rasul Allah .

Tahap terakhir adalah untuk mengenali Ba yang adalah diri kita sendiri.
Semua ini hadir di dalam ayat Bismillah. Kita perlu mengenali diri kita sendiri. Itu bukan karena Allah memerlukan shalat kita. Itu bukan karena Muhammad akan mendapatkan keuntungan dari doa (shalawat) kita . Bahkan sebaliknya, kita memerlukan shafa’at Nabi Muhammad pada Hari Pengadilan. Kita harus mengenali diri kita sendiri karena kita berhutang itu kepada diri kita sendiri dan bukan untuk siapapun lainnya. Kita telah dikirim oleh Allah sebagai Khalifah (wakil) Nya. Kita harus mencoba keras untuk mendapatkan posisi itu dihadapan Sang Maha Pengatur
(Rabb) kita. Hanya Allah Maha Tahu yang terbaik.

Darood (Bderakah) dan Salaam (Damai) bagi Muhammad, Kaum Kerabat nya, dan Shahabat nya
Khalid M. Malik


NAMA ALLAH
YANG DIAWALI DENGAN HURUF BA
BISMILLAH HIR RAHMAN NIR RAHEEM
Al Baais – Maha Menghidupkan Kembali (The Resurrector)
Al Baaqee – Maha Lestari (The Everlasting)
Al Barree – Maha Perubah (The Evolver)
Al Baasit – Maha Pengembang (The Expander)
Al Baatin – Maha Tersembunyi (The Hidden)
Al Badee – Maha Penemu (The Originator)
Al Barr – Maha Sumber Kebaikan (The Source of Goodness)
Al Baseer – Maha Melihat (The Seeing)
Al Burhaan – Maha Bukti (The Evident)
Darood (Barfokah) dan Salaam (Damai) bagi Muhammad, kaum Kerabat nya, dan Shahabat nya.

Naqshbandi Muhibeen - Bahasa Hurof BA

RISALAH TERAKHIR

Allah berfirman;

“(ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”
(Surah Al-Baqarah : 30)

Dan (ingatlah), ketika Nabi Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa Kalimah (suruhan dan larangan), maka Nabi Ibrahim pun menyempurnakannya. (Setelah itu) Allah berfirman: Sesungguhnya Aku melantikmu menjadi Imam (Pemimpin ikutan) bagi umat manusia. Nabi Ibrahim pun memohon dengan berkata: (Ya Tuhanku!) Jadikanlah juga (apalah jua kiranya) dari keturunanku (pemimpin-pemimpin ikutan). Allah berfirman: (Permohonanmu diterima, tetapi) janjiKu ini tidak akan didapati oleh orang-orang yang zalim. (Surah Al-Baqarah 124)

‘Tertib’ bererti yang dulu didulukan dan yang kemudian dikemudiankan . Allah swt menjadikan sesuatu dengan tertib yang tepat dan teratur. Adakah perjalanan agama sekarang mengikut tertib sepertimana yang telah Allah SWT tetapkan? Jawapannya TIDAK. Inilah masalahnya apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. Mentadbir agama mengikut kehendak Allah swt memerlukan satu ilmu khusus yang tidak diajarkan kepada umum. Ilmu ini hanya diajarkan kepada Pemimpin yang dipilih olehNya sahaja. Sejarah manjadi bukti dan contoh untuk dipelajari.

Kalau Islam ditadbir dengan pilihan dan kehendak manusia maka manusia yang bertanggung jawab sepenuhnya tetapi jika Islam ditadbir mengikut kehendak Allah SWT oleh manusia yang dipilihNya maka manusia itu akan dibantu. Adakah umat Islam dibantu sekarang? Jawapannya juga TIDAK . Umat Islam ditinggalkan oleh Allah SWT kerana umat Islam sendiri yang memilih pemimpin mengikut kehendak mereka . Pemimpin yang tidak dikurniakan ilmu khusus dan petunjuk untuk mentadbir Islam hanya akan menyebabkan ilmu-ilmu baru terhenti dan umat Islam jadi lemah dan mundur. Dalam soal melantik pemimpin adakah umat Islam selama ini mengikut ‘priority’ atau tertib yang betul. Diantara pilhan Allah SWT, pilihan Rasul saw dan pilihan manusia, yang mana satu perlu diutamakan? Jika anda mengatakan kita perlu mengutamakan pilihan manusia lebih dulu maka terimalah apa yang terjadi sekarang tanpa perlu merungut atau mengeloh. Itukan pilihan anda sendiri.

Ahlil Sunnah Wal Jamaah maksudnya apa? Adakah ia bermaksud orang yang mengamalkan sunnah Rasul secara berjemaah? Pada ilmu umum ianya boleh diertikan sebegitu tetapi pada fahaman ilmu khusus ia bermaksud orang yang mempunyai ilmu pengetahuan tentang Sunnah Allah dan Sunnah Rasul dan berilmu pengetahuan pula dalam hal menguruskan kerajaan Allah SWT dibumi dan umat Islam. Pemimpin yang dipilih oleh Allah SWT akan dikurniakan ilmu khusus supaya dia boleh memahami tertib alam, tertib makhluk, tertib masa dan tertib agama. Tanpa ilmu khusus ini pasti pemimpin itu tidak dapat mentadbir agama dan kehidupan dengan seimbang. Malah pemimpin itu akan mencacatkan perjalanan agama dan kehidupan ini tanpa disedarinya. Pembaziran akan semakin memuncak dari semasa ke semasa. Usaha menjadi sia-sia dan pembetulan perlu dibuat berulang-ulang kali. Masalah sebenar tidak pernah selesai malah masalah yang baru pula muncul tanpa diduga. Ini semua lantaran meletakkan pilihan manusia mengatasi pilihan Allah SWT dan Rasul saw. Manakan sama langkah yang diatur dengan langkah yang dilemparkan.

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: "Pada suatu masa ketika Nabi saw. sedang berada dalam suatu majlis dan sedang bercakap-cakap dengan orang yang hadir, tiba-tiba datang seorang A'rabi (Arab Badwi) dan terus bertanya kepada Rasulullah saw., "Bilakah akan terjadi hari qiamat?". Maka Nabi saw. pun meneruskan percakapannya. Maka sebahagian yang hadir berkata, “Beliau (Nabi) mendengar apa yang ditanyakan, tetapi pertanyaan itu tidak disukainya". Sementara yang lain pula berkata, "Bahkan beliau tidak mendengar pertanyaan itu". Sehingga apabila Nabi saw. selesai dari percakapannya beliau bersabda, "Di mana orang yang bertanya tentang hari qiamat tadi ?" Lalu Arab Badwi itu menyahut, "Ya! Saya hai Rasulullah". Maka Nabi saw. bersabda, "Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari qiamat". Arab Badwi ini bertanya pula, "Apa yang dimaksudkan dengan mensia-siakan amanah itu"? Nabi saw. menjawab, "Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kedatangan hari qiamat". Diriwayatkan oleh Bukhari.

Amanah apakah yang telah umat Islam sia-siakan? Urusan apakah yang telah diserahkan kepada yang bukan ahlinya? Lihatlah kepada keadaan Islam dan umat Islam sekarang.

Struktur Putaran Kehidupan

Islam, Manusia, Alam & Masa adalah 4 perkara asas yang diperlukan untuk mewujudkan putaran kehidupan yang lengkap mengikut kehendak dan tertib yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Pada 4 perkara asas diatas terkandung pula 4 komponen pada setiap satunya iaitu:

Islam - 1. Syariat 2. Tarekat 3. Hakikat 4. Makrifat
Manusia - 1. Jasad 2. AKal 3. Nyawa 4. Roh
Alam - 1. Tanah 2. Air 3. Api 4. Angin
Masa - 1. Bumi 2. Bulan 3. Matahari 4. Bintang

Kesemua komponen diatas mempunyai fungsinya yang tersendiri dan terkait diantara satu dengan yang lain untuk mewujudkan putaran kehidupan yang lengkap mengikut sunatullah. Jika mana-mana komponen diatas tidak berfungsi mengikut sunatullah dan tertibnya, maka pincang lah putaran kehidupan didunia.

Tempoh untuk melengkap satu putaran yang sempurna ialah 12 bulan.
Allah swt berfirman:

Sesungguhnya bilangan bulan-bulan di sisi (hukum) Allah ialah dua belas bulan, (yang telah ditetapkan) dalam Kitab Allah semasa Dia menciptakan langit dan bumi,.......
(Surah At Taubah: 36)

Setiap 4 perkara diatas mempunyai segitiganya sendiri. Oleh itu ada 4 segitiga semuanya. Jika diletakkan 4 segitga didalam satu bulatan maka akan terhasil sebuah bintang yang mempunyai 12 bucu. Ini menandakan bahawa untuk melengkapkan putaran untuk 16 komponen didalam satu paksi memerlukan tempoh selama 12 bulan.

Daripada Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: Telah bersabda Rasulullah saw.; "Sudah hampir sampai suatu masa di mana tidak tinggal lagi daripada Islam ini kecuali hanya namanya, dan tidak tinggal daripada Al-Quran itu kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka tersergam indah, tetapi ia kosong daripada hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong (naungan) langit. Dari mereka berpunca fitnah, dan kepada mereka fitnah ini akan kembali". Di riwayatkan oleh al Baihaqi.

Apakah fitnah yang dibuat oleh Ulama sehingga mereka dikategorikan sebagai sejahat-jahat makhluk? Fitnah apakah yang menyebabkan Islam hanya tinggal nama dan Al Quran hanya tinggal ayat. Apakah yang menyebabkan mesjid kosong daripada hidayah? Apakah ulama puncanya umat Islam jadi lemah sekarang? Islam tanpa hakikat bererti Islam tanpa isinya. Tanpa makrifat Al Quran hanya tinggal ayat sahaja. Ayat-ayat Al Quran seumpama kulitnya dan cahaya Al Quran itulah isinya. Mesjid indah tetapi jemaahnya tidak mendapat hidayah. Yang ada pada umat slam sekarang semuanya kulit belaka. Baik dari sudut agama mahupun dari sudut harta. Umat Islam mempunyai hasil bumi yang kaya tetapi pada hakikatnya orang kafir yang menguasainya. Apa saja yang Allah SWT berikan kepada umat Islam hanya tinggal kulitnya sahaja. Isinya sudah kosong. Ilmu-ilmu agama yang sepatutnya membawa manafaat kepada umat Islam tetapi bertukar menjadi bahan perdebatan yang memecah belahkan umat Islam sendiri. Hasil bumi yang sepatutnya memantapkan ekonomi umat Islam akhirnya kekayaan itu menyebabkan umat Islam menjadi sasaran oleh orang kafir untuk merampas kekayaan itu.

Diantara 16 komponen dibawah, komponen manakah yang tidak berfungsi sekarang.
Islam - 1. Syariat 2. --Tarekat-- 3.--Hakikat-- 4.--Makrifat--
Manusia - 1. Jasad 2. AKal 3. Nyawa 4. Roh
Alam - 1. Tanah 2. Air 3. Api 4. Angin
Masa - 1. Bumi 2. Bulan 3. Matahari 4. Bintang

Kenapa Perlu Ada Tarekat, Hakikat dan Makrifat?

Kalau kita lihat pada 4 perkara asas diatas tadi, kita boleh mengkaji dimanakah kepincangannya sekarang. Perjalanan Islam tidak mengikut kehendak dan tertib Allah SWT. Kita dapati jurusan Tarekat telah hampir pupus. Pengajian Tarekat mula berkembang di Nusantara pada zaman Kerjaan Melayu Islam sebelum era penjajahan. Kerajaan Islam Pasai dibawah pemerintahan Sultan Al Malikus Salleh berjaya menjadikan Sumatera sebagaii pusat ilmu Islam di Nusantara ini . Dari sinilah pengajian Tarekat mula berkembang. Tetapi apabila penjajahan berlaku, kuasa Raja-Raja Melayu mula terhakis. Raja yang taat berpegang kepada ajaran Islam dijatuhkan dan digantikan dengan Raja yang sanggup menjadi boneka penjajah. Apabila Raja-Raja yang kuat berpegang kepada Islam hilang kuasa maka pengaruh Ulama-ulama didalam Kerajaan Melayu pun turut terhakis sama. Di sinilah punca bermulanya masalah.

Ulama-ulama Melayu dulu mewujudkan pengajian Tarekat untuk melengkapkan tanggung jawab mereka terhadap umat Islam dan agama Islam itu sendiri kerana tanpa Tarekat Islam akan pincang. Jika Islam pincang maka kehidupan umat Islam menjadi tidak seimbang. Tanpa Tarekat, maka Hakikat dan Makrifat turut terkubur. Tanpa Makrifat maka Syariat akan menjadi lemah dan ketinggalan zaman kerana ilmu-ilmu dan kaedah-kaedah baru untuk menyeimbangkan Islam dengan kemajuan zaman akan terhenti.

Akibatnya ilmu dunia akan terus berkembang tetapi ilmu akhirat jadi statik. Tanpa Tarekat, Hakikat dan Makrifat adalah seumpama Alam tanpa air, api dan angin, seumpama jasad tanpa akal, nyawa dan roh. Itu kan bertentangan dengan sunahtullah dan tertib. Sebab itu umat Islam sekarang lemah dan Islam nampak ketinggalan zaman dan tidak menarik. Bagaimana nak jual produk yang sebegitu. Apa yang Allah SWT uruskan sendiri berjalan dengan baik tetapi yang diamanahkan kepada manusia untuk uruskan jadi terbengkalai akhirnya. Allah SWT menurunkan Al Quran dengan teliti tanpa kurang satu huruf pun tetapi manusia meninggalkan ayat-ayat Al Quran dengan alasan demi alasan.

Siapa Punca Tarekat Terhakis

Pengkebumian Tarekat bermula apabila orang Kristian melancarkan penjajahan ke hampir semua wilayah-wilayah Islam didunia. Kota Mekah juga tidak terlepas. Dengan kekuatan tentera British pada waktu itu mereka telah memihak kepada Keluarga Al Saud untuk menumpaskan Syarif Husin. Kenapakah mereka membantu Dinasti Al Saud dan bukan Syari f Husin untuk memerintah di Kota Mekah? Rasanya anda sudah bijak untuk berfikir tentang ini. British menjadi penyebab utama kepada putusnya hubungan Ulama-ulama dulu dengan umat Islam sekarang. Malah mereka masih menganggap perang salib belum tamat. British, Yahudi dan Freemason bersekongkol dengan Mustafa Kamal Attartuk untuk melenyapkan Islam di Turki dan mematikan sistem Khilafa Islam. Permusuhan Kristian dan Islam bermula di Jurusalem sewaktu Perang Salib dan berlarutan sehingga sekarang. Pada waktu itu tentera Kristian kecundang ditangan tentera Islam di bawah pimpinan Salehuddin Al Ayubi. Punca kepada masalah ini bermula dizaman Nabi Isa Al Maseh. Yahudi mencipta agama Kristian setelah Nabi Isa Al Maseh diangkat ke langit. Yahudi menyampaikan agama Kristian kepada British. Setelah itu Yahudi menghasut Paderi-Paderi Kristian untuk melancarkan peperangan dengan umat Islam. Matlamat awal Yahudi adalah untuk menguasai Baitul Maqdis. British telah menyempurnakan hajat Yahudi itu setelah mereka berjaya menawan Turki. Sampai sekarang pergolakan diantara Yahudi dan Islam di Paletin masih berlaku.

British berjaya merampas ilmu-ilmu yang ada ditangan umat Islam di Parsi. British dan sekutu-sekutunya juga yang merampas kekayaan umat Islam di Nusantara. British juga yang menamatkan sistem Khulafa Islam. Dengan ilmu dan kekayaan yang telah dirampas dari umat Islam itulah mereka membangunkan ekonomi mereka dan menguasai ekonomi dunia sehingga sekarang. Sekarang ini anak didik mereka iaitu Amerika pula yang menyambung kerja-kerja penjajahan berdimensi baru. Pada awalnya tentera Kristian berperang untuk mengisi tabung gereja tetapi sekarang ini mereka berperang untuk memenuhkan tabung kapitalis yang menjadi pembiaya kepada ahli-ahli politik. Melalui kapitalis yang rakus ini muncul pula masalah yang lebih besar iaitu Riba. Keadaan umat Islam menjadi semakin terhimpit. Dengan Al Quran diketepikan dan Riba menjadi terpaksa apakah bermakna lagi KEMERDEKAAN buat umat Islam?

Apabila pengaruh Ulama-ulama dulu dilenyapkan, maka pengajian Tarekat mula terpinggir. Pengajian Tarekat sudah tidak dipantau lagi. Sepatutnya pengajian Tarekat ini perlu dipantau kerana ruang kesesatan di peringkat Tarekat lebih besar berbanding Syariat. Dengan ketiadaan Ulama-ulama yang faham tentang Tarekat maka pengajian Tarekat tidak dapat dipantau secara sempurna. Maka muncul ajaran-ajaran Tarekat sonsang didalam masyarakat Islam sekarang. Masalah yang sedia ada belum dapat diselesaikan timbul pula masalah yang baru. Masalah yang terkini ialah perpecahan Melayu Islam angkaran fahaman dan mazhab yang berbeza-beza. Nusantara kini sudah menjadi pusat lambakkan fahaman dan mazhab.

Daripada Abdullah bin Amr bin 'ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Bahawasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain." Di riwayatkan oleh Muslim.

Ini sudah berlaku atau belum? Apakah manusia boleh faham Islam keseluruhannya tanpa jalan Makrifat? Adakah akan ada jalan Makrifat tanpa Tarekat dan Hakikat?

Sistem Pendidikan Islam

Pengaruh British didalam bidang pendidikan juga amatlah besar sehingga mempengaruhi kaedah pengajian Islam. Pengajian Islam dijalankan dengan menggunakan kaedah British. Diploma, Ijazah, Masters dan Phd. melayakkan pelajar-pelajar untuk menjadi tenaga pengajar atau memegang jawatan-jawatan besar didalam Kerajaan. Pada mata kasar nampak memang cukup baik dan logik. Tetapi pada konsep Islam yang sebenar ia hanyalah satu kaedah yang akan merosakkan fahaman Islam secara perlahan-lahan. Dengan konsep pengajian cara British ini maka orang yang belum sampai ke peringkat Makrifat sudah boleh jadi Mufti atau Menteri Agama. Apa yang akan jadi kepada Islam jika orang yang belum mencapai Makrifat menjadi Pemimpin agama dan berfatwa?

Daripada Anas r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw., "Selagi akan ada di akhir zaman ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasiq". Di riwayatkan oleh Ibnu Ady

Pembelajaran Ilmu Islam mesti dijalankan secara kaedah Islam. Takkan Allah SWT menyediakan ilmu tanpa menyediakan kaedah pembelajarannya? Kenapa British pula yang menyediakan kaedah pembelajaran Islam. Adakah British lebih faham Islam daripada Allah SWT? Proses pembelajaran Ilmu agama melibatkan proses pembentukkan kerohanian dan bukan pembentukan akal semata-mata. Pembelajaran ilmu dunia tidak memerlukan proses pembentukan kerohanian. Tetapi ini bukan salah pelajar. Yang salah adalah pihak yang mewujudkan sistem pembelajaran tersebut. Kita mesti faham ilmu Islam itu merangkumi yang nyata dan yang ghaib. 70% daripada ilmu yang ada didalam Islam adalah pada ilmu yang berbentuk kerohanian. Pembelajaran kerohanian hanya bermula di peringkat Tarekat sahaja. Tetapi siapakah yang nak menguruskan pengajian Tarekat sekarang?

Tarekat tidak boleh diuruskan tanpa guru Tarekat yang mempunyai hubungan dengan guru Mursyid. Hanya Guru Mursyid sahaja yang boleh membimbing ikhwan Tarekat untuk mempelajari ilmu ghaib. Itu pun pada ikhwan yang layak sahaja. Tanpa ilmu ghaib manusia tidak akan sampai ke peringkat Hakikat dan Makrifat kerana asas kepada ilmu Hakikat dan Makrifat berbentuk ghaib. Seseorang yang belum sempurna menjalani proses-proses syariat tidak sesuai untuk mengikuti pengajian Tarekat. Dia juga mesti seorang yang tidak melakukan dosa-dosa besar dan dosa-dosa syirik. Tetapi yang menjadi masalahnya sekarang ialah Riba. Pengajian Tarekat akan menjadi sia-sia jika ikhwan-ikhwan Tarekat masih terlibat dengan Riba. Tapi siapa yang tidak terlibat dengan Riba sekarang?

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang juga pun kecuali ia terlibat dalam memakan harta riba. Kalau ia tidak memakan secara langsung, ia akan terkena juga debu-debunya". Diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Pembelajaran ilmu dunia ada sistem dan kaedahnya dan pembelajaran ilmu akhirat puln ada sistem dan kaedahnya juga. Inilah angkara urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. Sistem pembelajaran Islam sekarang hanya mengambil soal syariat sahaja. Ini merugikan Islam kerana ianya tidak selaras dengan matlamat Islam diturunkan. Sifat syariat ialah memanafaatkan apa yang sudah dihasilkan oleh Ulama-ulama terdahulu. Manakala makrifat pula bersifat menyediakan keperluan untuk umat Islam untuk menuju ke hadapan. Maknanya Islam menguasai yang dulu, yang sekarang dan yang akan datang. Bukankah Al Quran juga bersifat begitu? Ini menunjukkan Islam itu sesuai untuk semua zaman. Tetapi apabila yang dulu diamalkan sekarang dan yang dulu juga akan dipakai untuk yang akan datang, makanya Islam jadi tidak relevan dengan semua zaman. Bukankah ini yang berlaku sekarang? Ini semua adalah angkara umat Islam ketandusan ilmu-ilmu baru untuk menghadapi dan menguasai kehidupan.

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda. "Lagi akan datang kepada manusia tahun-tahun yang tandus. Dan pada waktu itu orang yang berdusta dikatakan benar dan orang yang benar dikatakan berdusta. Orang khianat akan disuruh memegang amanah dan orang yang amanah dikatakan pengkhianat. Dan yang berpeluang bercakap hanyalah golongan "Ruwaibidhah"”. Sahabat bertanya, "Apakah Ruwaibidhah itu hai Rasulullah?". Nabi saw. menjawab, "Orang yang kerdil dan sebenarnya hina dan tidak mengerti urusan orang ramai”. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Adakah hadis diatas ini belum berlaku dizaman kita?
Nanti akan terjawab jua.

Umat Islam adalah pencetus kepada ketamadunan ilmu-ilmu moden. Al Kindi adalah antara Ulama Sufi yang terawal membawa ilmu-ilmu baru seperti matematik, perubatan, astronomi dll kedalam masyarakat Islam. Al Kindi berjaya memecahkan kod-kod rahsia ‘Cryptograf’. Al Kindi juga mengambil sebahagian ilmu falsafah Yunani dari Aristotle dan Plato untuk disesuaikan dengan akidah Islam supaya ilmu itu boleh dimanafaatkan oleh umat Islam. Selepas Al Kindi muncul pula Al Farabi dan Ibnu Sina untuk memperkayakan umat Islam dengan ilmu-ilmu baru yang seterusnya menyumbang kepada terbentuknya Tamadun Islam di Parsi. Semasa Perang Salib banyak ilmu-ilmu yang dimiliki oleh umat Islam pada waktu itu telah mengalir ke tangan orang Kristian melalui satu proses yang dipanggil Artes Arabum(pengaliran ilmu-ilmu Arab ke barat). Proses ini berlaku setelah Kristian merampas kembali Spanyol daripada tangan umat Islam. Ramai umat Islam yang berbangsa Arab telah dipaksa masuk Kristian supaya ilmu-ilmu umat Islam jatuh ke tangan orang Kristian melalui kaum Moor dan kaum Mozarabes(Moses-Arab) ini. Petros Alphonsi adalah dari kaum Mozarabes yang telah menjadi doktor pertama kepada King Henry 1.

Membangunkan Semula Islam

Untuk membangunkan semula Islam maka Islam mesti ditadbir oleh pemimpin yang Allah SWT pilih. Pada tangan pemimpin inilah Allah SWT kurnikan ilmu, kaedah dan kemampuan untuk menyelesaikan segala masalah yang dihadapi oleh umat Islam hari ini. Dengan melantik Pemimpin pilihan Allah SWT ini bererti manusia telah menyerahkan semula hak Allah SWT untuk melantik siapa yang Dia kehendaki. Pemimpin yang Allah SWT lantik akan mengembalikan hak Allah SWT dengan meletakkan kehendak Allah SWT mengatasi segalanya. Apabila hak Allah SWT dikembalikan maka hak umat Islam juga akan turut dikembalikan secara otomatis kerana begitulah tertib yang telah ditentukanNya. Sejarah sudah sepatutnya mengajar kita tentang tertib Allah SWT. Apabila umat Islam mengenepikan dan merampas hak Allah SWT maka hak umat Islam pun akan diketepikan dan dirampas juga.

Kesimpulan:

Sudah jatuh terimpa tangga. Itulah nasib umat Islam kini. Umat Islam sudah jauh tertinggal dalam soal dunia dan akhirat. Kejahilan umat Islam tentang ilmu-ilmu Islam menyebabkan umat Islam hanya fokus kepada Al Quran dalam soal ibadah dan hukum sahaja. Padahal kekuatan tentera Amerika itu dapat ditumpaskan dengan cara yang lebih bijaksana melalui ilmu-ilmu Islam yang terkandung didalam Al Quran. Salah faham tentang Tarekat menyebabkan Islam lemah hari ini. Malah umat Islam tidak sedar pun dengan terhakisnya pengajian Tarekat maka Islam hanya tinggal nama. Salah faham tentang ilmu-ilmu Islam bermula di zaman penjajahan apabila terputusnya umat Islam hari ini dengan Ulama-ulama dulu yang menyimpan sebahagian rahsia-rahsia tentang ilmu-ilmu Islam. Pengajian Tarekat perlu dikembangkan semula dan dijalankan secara sistematik dan teratur mengikut kesesuaian keadaan dan zaman. Sistem pengajian Islam yang disesuaikan semula dengan kaedah Islam supaya Ilmu ilmu khusus yang diperlukan untuk mentadbir agama dan kehidupan di akhir zaman ini dapat dikembangkan. Tiada Tarekat maka tiada ilmu baru. Tanpa ilmu ilmu baru umat Islam tidak boleh mentadbir dunia ini dengan seimbang dan sempurna.

Manusia perlu memastikan 4 perkara asas diatas dijalankan dengan sempurna untuk mewujudkan keseimbangan didalam kehidupan mengikut kehendak dan tertib Allah SWT. Islam perlu seimbang dari sudut Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat. Manusia perlu seimbang dari sudut keperluan jasad, akal, (nyawa)jiwa dan roh. Semuanya adalah berkaitan menegakkan Keadilan. Kebenaran hanya wujud setelah keadilan terlaksana. Manusia yang mewujudkan kebenaran didunia ini bererti dia telah meletakkan Allah SWT pada tempat yang mulia didunia ini. Apabila hanya Al Quran sahaja yang menjadi peraturan maka itu juga bererti Allah SWT lah yang memerintah didunia ini. Sepertimana manusia yang mewujudkan kebenaran didalam dirinya bererti dia meletakkan Allah SWT ditempat yang paling mulia didalam dirinya iaitu di hatinya pada setiap ketika. Allah SWT hendak melihat dimana kita hendak meletakkan diriNya didalam diri kita, didalam masyarakat kita dan didalam wilayah kita. Kalau letak ringgit dihati kita maka ringgitlah Tuhan kita. Apakah dengan meletakkan Islam sebahagian dan kufar pada sebahagian yang lain itu kita tidak akan dikira sebagai menyekutukan Allah SWT ? Amatlah hina perbuatan itu. Janganlah diperkotak katikkan Allah SWT sebegitu rupa. Pedih balasannya. Kalau sudi katakan sudi. Buktikan kesudian kita itu dengan kembalikan lah semula hak Allah SWT yang telah diketepikan dan dirampas itu . Selesai semua masalah.

"Katakanlah (wahai Muhammad): “Mahukah Kami khabarkan kepada kamu akan orang-orang yang paling rugi amal-amal perbuatannya?(Iaitu) orang-orang yang telah sia-sia amal usahanya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahawa mereka sentiasa betul dan baik pada apa sahaja yang mereka lakukan.Merekalah orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat Tuhan mereka dan akan pertemuan denganNya; oleh itu gugurlah amal-amal mereka; maka akibatnya Kami tidak akan memberi sebarang timbangan untuk menilai amal mereka, pada hari kiamat kelak."
(Al-Kahfi, Ayat 103-ayat 105)

AL QURAN & AHLUL BAIT

Rasul s.a.w telah bersabda:

"Sesungguhnya aku meninggalkan bagi kamu dua peninggalan yang jika kamu berpegang padanya tidak akan kamu sesat sepeninggalanku. Salah satunya lebih besar dari yang kedua, yaitu kitab Allah azza wajalla seumpama tali penghubung yang kokoh terentang dari langit sampai kebumi dan keluargaku ahlil baitku, keduanya tidak akan terpisah satu dengan yang lain hingga bertemu denganku diakhirat ditelaga Haudh/kautsar maka perhatikanlah kamu bagaimana kamu sepeninggalku memperlakukan keduanya".
Diriwayatkan oleh Muslim dan Tarmidzi

Persoalan yg ingin dikemukakan disini ialah apakah kaitannya diantara ahlul bait Rasulullah saw dengan Al Quran? Kenapakah Rasulullah saw menyebut keduanya tidak akan terpisah sehingga hari kiamat? Apa yg tersirat disebalik maksud kata-kata Rasulullah saw itu?

Sudah menjadi kelaziman Rasulullah saw membuat kiasan melalui hadis-hadis Baginda. Hanya yg bias memahami apa yg dikias. Rasulullah saw pernah menyebut bahawa Syadina Ali bersama Al Quran dan Al Quran bersama Syaidina Ali. Persoalan yg begini sepatutnya menjadi tumpuan ulama-ulama diakhir zaman ini supaya dapat diperjelaskan kepada umat Islam apa yg tersirat disebalik kiasan Rasulullah saw itu. Ini menjawab kepada masalah umat Islam diakhir zaman ini.

Kalau dilihat kepada susur galur Rasulullah saw, ianya bermula dari Nabi Adam as. Ini bermakna pertalian kenabian itu berpunca dari sumber yg satu. Daripada Rasulullah saw pula susur galur itu bersambung kepada Syaidina Hasan ra dan Syaina Husin ra. Malah menegaskan bahawa umat Rasulullah saw akan bersumber daripada keturunan Syaidina Hasan ra dan Syaidina Husin ra. Daripada keturunan Syaidina Hasan ra pula Islam berkembang ke Nusantara melalui Maulana Malik Ibrahim. Ini bermakna bangsa Arab dan Melayu mendapat Islam daripada Rasulullah saw dan ahlul bait Baginda.

Hari ini Arab dan Melayu menjadi dua kaum terbesar penganut agama Islam. Ianya tidak berhenti disitu tetapi akan bersambung pula kepada Imam Mahdi dari keturunan Syaidina Husin ra. Apabila Islam disebut akan dibangkitkan semula dari timur, maka Nusantara menjadi fokus kerana pengembangan Islam sebelum penjajahan berhenti di Nusantara. Dimana ianya berhenti maka disitulah ianya bermula kembali. Itu sudah menjadi tertib pada urusan Allah SWT. Dari Timur iaitu Nusantara maka Islam akan bergerak semula ke Tanah Arab. Susunan ini sudah sepatutnya menjelaskan bahawa Islam sekarang sedang berpusat di Nusantara tetapi tanpa Daulah dan Khalifahnya. Kemana Islam berpusat maka ada dua perkara yg akan mengiringi Islam iaitu Ahlul Bait dan Al Quran. Jika ditinggalkan salah satu daripadanya maka akan terjadilah seperti pesanan Rasulullah saw. Inilah masalahnya yg terjadi sekarang. Bukankah apa yg umat Islam perlakukan kepada ahlul bait Baginda maka itu juga yg sedang diperlakukan oleh orang kafir terhadap umat Islam. Baginda sudah memaklumkan bahawa Bani Hasyim akan terpinggir selepas zaman Baginda sehinggalah datang Pemuda dari Timur untuk mengembalikan semula hak pada yg hak. Apa yg akan terjadi diakhir zaman ini sudah Rasulullah saw kabarkan.

Rasulullah saw adalah sumber cahaya, Syaidina Ali ra seumpama pintunya dan ahlul bait seumpama kuncinya. Apa yg ada pada umat Islam sekarang? Ahlul bait bukan milik Syiah. Sunnah bukan milik sunni. Kiblat bukan milik Wahabi. Islam itu milik Allah. Maka ambillah Islam itu dari sumber yg dijamin.

"Sesungguhnya aku meninggalkan bagi kamu dua peninggalan yang jika kamu berpegang padanya tidak akan kamu sesat sepeninggalanku, Salah satunya lebih besar dari yang kedua, yaitu kitab Allah azza wajalla seumpama tali penghubung yang kokoh terentang dari langit sampai kebumi dan ahlil baitku”

Walaupun ayat Al Quran sudah selesai diturunkan tetapi fungsinya masih diperlukan. Ada ilmu yg tersembunyi didalam Al Quran dan ahlul bait Baginda adalah pemegang kunci terakhir. Ummul Kitab adalah kunci terakhir kepada semua pembuktian daripada Allah SWT. Rasulullah saw yg membuka kunci awal Al Quran dan ahlul bait Baginda yg akan mengakhiri tanggungjawab Baginda. Dengan terbukanya kunci terakhir melalui ahlul bait Baginda maka akan terbongkarlah segala kerahsiaan Al Quran yg tersimpan selama ini. Ini menandakan dunia sudah akhir zaman. Baginda yg memulakan tugas di akhir zaman maka ahlul bait Baginda yg akan mengakhiri akhir zaman. Jika Baginda bermula dengan keadaan asing maka ahlul bait Baginda juga akan bermula dalam keadaan asing. Yg alpa dan lalai akan terus dialpakan dan dilalaikan dengan segala kesenangan dunia yg hanya tinggal sedikit saja lagi. Yg memegang pesanan akan mencari walaupun terpaksa berangkak didalam salji. Yg ingat akan selalu diingat.
Sesungguhnya menghidupkan Islam didunia ini ada tertibnya. Malaikat Jibril menyampaikan wahyu dalam bentuk cahaya kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw pula menyampaikan wahyu dalam bentuk perkataan kepada manusia. Setelah kewafatan Baginda maka cahaya wahyu itu diwariskan pula kepada ahlul bait Baginda. Jika perhubungan ahlul bait dengan manusia terputus maka terputuslah cahaya Al Quran dengan manusia.

Manusia boleh terus menggunakan Al Quran tetapi apa erti Al Quran tanpa cahayanya. Nur Muhamad seumpama cermin yg membiaskan Nur Ilahi ke hati manusia. Maka Nur Ilahi pada Al Quran dibiaskan ke Rasulullah saw dan seterusnya cahaya itu dibiaskan ke Syaidina Ali ra. Cahaya itu terpecah dua ke Syaidina Hasan ra. dan Syaidina Husin ra. dan seterusnya kepada ahlul bait yg bertaraf Imam dan cahaya itu bersatu kembali pada Imam Mahdi dan seterusnya Nur muhamad itu kembali semula ke Rasulullah saw. Dimana ia bermula disitu ianya berakhir. Manusia yg bersama cahaya itu seumpama kaum Nuh yg menaiki bahtera itu.

Rasulullah saw bersabda:

“Ketahuilah, sesungguhnya perumpamaan Ahlul Baitku diantara kalian adalah seperti kapal Nuh diantara kaumnya. Barangsiapa menaikinya , iapun selamat dan siapa tertinggal olehnya, iapun tenggelam,” ( HR. Al Hakim ).

Ulama-ulama juga menjadi wakil utk menyampaikan ajaran Islam kepada manusia. Ulama Pewaris Nabi adalah ulama yg berbai’ah dengan wakil Rasulullah saw. Jika ulama itu tidak berbai’ah dengan wakil Rasulullah saw maka dia itu Ulama Pewaris siapa?

Khianat Pada Rasul

Taraf maksum menjadikan setiap ucapan dan perlakuan Rasulullah saw itu dipelihara dan dijamin oleh Allah SWT daripada sebarang kecacatan dan kebatilan. Begitu juga dengan Al Quran. Al Quran dipelihara dan dijamin oleh Allah SWT dari sebarang kecacatan dan kebatilan. Sebab itulah didalam surah al Baqarah pada ayat kedua Allah swt telah memberikan jaminan bahawa Al Quran itu diturunkan tanpa ada keraguan padanya. Sebelum Allah SWT menurunkan Al Quran untuk dijadikan panduan dan ikutan, Allah SWT terlebih dulu mengutuskan RasulNya yg boleh dijadikan panduan dan ikutan. Ini menunjukkan bahawa Rasulullah saw dan Al Quran mempunyai persamaan yang kedua-duanya wajib dijadikan panduan dan ikutan. Pertalian diantara Rasulullah saw dengan umat Baginda tidak putus selepas kewafatan Baginda sepertimana tidak putusnya Al Quran dengan umat Islam kerana fungsi diantara keduanya perlu hidup selagi mana manusia memerlukannya.

Oleh kerana fungsi Baginda dan Al Quran tidak dapat dipisahkan maka setelah Baginda wafat tugas Baginda disambung oleh 4 jenis wakil iaitu:

1. Khalifah
2. Mujadid
3. Imam
4. Ulama

Fungsi keempat-empat wakil diatas itu berbeza diantara satu dengan yg lain. Mereka mempunyai bidang kuasa masing-masing dan taraf mereka tidak boleh ditentukan secara hiraki atau lantikan daripada mana-mana manusia mahupun yg bertaraf Raja. Kuasa melantik 4 jenis wakil diatas itu adalah hak mutlak Allah SWT. Rasulullah saw itu wakil Allah SWT dan bukan wakil manusia. Rasulullah saw yg diutuskan oleh Allah SWT kepada manusia dan bukan sebaliknya. Oleh itu Rasulullah saw adalah wakil Allah SWT yg diutuskan untuk menyampaikan Islam dan seterusnya memimpin umat Islam melalui sebuah Daulah Islam bagi pihak Allah SWT. Hanya wakil Allah SWT yg Allah SWT lantik sahaja yg akan dipelihara dan diberi jaminan oleh Allah SWT untuk menguruskan apa-apa tanggung jawab yg diserahkan oleh Allah SWT kepada wakilNya itu. Allah SWT tidak akan memberi apa-apa jaminan kepada mana-mana orang yg dilantik oleh manusia sebagai wakil Allah SWT dibumi. Khalifah, Imam, Mujadid dan Ulama Pewaris Nabi juga bukanlah wakil manusia tetapi mereka adalah wakil Allah SWT. Apakah wajar manusia melantik wakil Allah SWT. Apakah wajar pula manusia menolak wakil Allah SWT yg diutus utk memimpin manusia ke jalanNya?

Siapa Wakil Rasulullah SAW Sekarang?

Apa yg terjadi dizaman Khulafa ar Rashidin membuktikan bahawa demokrasi bukan jalan yg sesuai dan selaras dengan Islam. Demokrasi menjurus kepada sifat berpuak-puak walaupun masyarakat itu dipimpin oleh para-para sahabat Baginda yg sudah terbukti keimanan mereka dan rakyatnya pula hampir keseluruhannya beragama Islam. Padahal Islam menganjurkan penyatuan dan menentang assabiyah. Lihat saja contoh di Malaysia dan Indonesia sekarang. Apakah Demokrasi menyatukan umat Islam. Jika pemilihan Khalifah ditentukan secara demokrasi, maka itu bermakna manusia yg berkuasa untuk melantik wakil Allah SWT. Itu bukan tertib yg akan diterima oleh Allah SWT. Sebab itu umat berada didalam keadaan lemah sekarang. Mana mungkin umat yg dibantu oleh Allah SWT boleh jadi lemah dan terhina.

Rasulullah saw diutuskan ke dunia untuk menyempurnakan 3 tugas besar iaitu:

1. Menyempurnakan Islam.
2. Menyampaikan Islam.
3. Menubuhkan Daulah Islam.

Setelah ketiga-tiga tugas diatas disempurnakan oleh Baginda saw. maka Baginda pun diwafatkan dengan keadaan bimbang apa yg akan berlaku kepada umat Baginda. Hampir semua yg diperingatkan oleh Baginda kepada umat Islam diakhir zaman ini sudah berlaku. Islam sudah tinggal nama, Al Quran hanya tinggal ayat, Mesjid tesergam indah tapi tiada hidayah, umat Islam ditindas dan dihina, urusan diserahkan kepada yg bukan ahlinya, yg benar dikatakan salah dan yg salah dikatakan benar, ahli ibadah yg jahil dan ulama yg fasik, golonggan 'Ruwaibidhah' dll. Hampir semuanya buruk belaka sama ada soal mempertahankan Islam, mempertahankan Iman, mempertahankan hak dll. Yg hairannya umat Islam masih berdegil dengan fahaman-fahaman yg meruntuhkan Islam sekarang. Yg sepatutnya diketepikan tetapi diambil, dan yg sepatutnya diambil tetapi diketepikan pula.

Islam diturunkan dalam satu pakej yg lengkap dan tidak boleh dipisahkan diantara satu dengan yg lain. Yg umat Islam ambil hari ini adalah kulitnya sahaja padahal yg isinya ditinggalkan. Pelajar-pelajar Islam ribuan jumlahnya tetapi semuanya diberikankan kulitnya sahaja. Ini merugikan Islam. Mereka sepatutnya dilengkapkan dengan isinya sekali. Hanya sekadar menghafal dan mempelajari kaedah-kaedah utk mencantikkan kulit sahaja tidak akan membawa kemajuan kepada umat Islam. Jika ini diteruskan maka tidak akan ada lagi manusia seperti Al Kindi, Al Farabi atau Ibnu Sina dikalangan umat Islam. Pelajar-pelajar inilah yg sepatutnya menjadi pelapis yg akan memperkayakan umat Islam dengan ilmu-ilmu yg diperlukan dizaman ini. Apakah dengan ilmu-ilmu syariat sahaja umat Islam dapat menguasai dunia ini semula. TIDAK MUNGKIN SAMA SEKALI. Semangat utk berjuang mungkin ada. tetapi dengan ilmu-ilmu apa? Mempertahankan agama saja belum tentu, inikan nak menawan dunia. Umat Islam harus sedar dari mimpi disiang hari. Realiti yg diperlukan dan bukan ceramah atau himpunan utk menunjukkan rasa kebencian terhadap musuh-musuh Islam.

Di dalam Al Quran tersembunyi ilmu yg cukup untuk menawan semula dunia. Ilmu yg sesuai utk akhir zaman ini. Ilmu Gelombang adalah ilmu terkini dan mutakhir yg dikurniakan oleh Allah SWT kepada umat Islam untuk memerintah dunia ini dengan kehendak dan tertib Allah SWT. Dengan ilmu gelombang ini tidak ada satu kuasa didunia ini yg mampu melawan malah ilmu ini menjadi penawar kepada teknologi nuklear yg dikuasai oleh musuh Islam. Dengan Ilmu Gelombang ini maka akan termansuhlah alat persenjataan moden yg digerunkan oleh pemimpin-pemimpin Islam sekarang. Jika ditanya dimanakah letaknya kekuatan sesebuah angkatan ketenteraan? Jawabnya ialah Gelombang. Apakah boleh radar berfungsi tanpa gelombang? Apa saja jadi kaku. Peluru berpandu, jet pejuang, kapal induk, pesawat pengebom dll. Komunikasi boleh diputuskan tanpa diketahui bagaimana caranya. Begitulah kuasanya Allah SWT yg dapat menyerahkan kuasa untuk memerintah dunia ini kepada umat Islam jika umat Islam sanggup taat sepenuhnya kepada Allah SWT.

Tugas umat Islam pada setiap zaman ialah membantu untuk menyempurnakan tugas-tugas Rasulullah saw samaada bersama Rasulullah saw atau wakil-wakil Baginda. Jika manusia membuat sesuatu yg boleh mencacatkan atau mengagalkan tanggung jawab tersebut diatas, maka manusia itu mengkhianati Rasulullah saw. Mengkhianati Rasulullah saw bererti mengkhianati Allah SWT. Jika 3 tugas diatas tidak sempurna ini bermakna manusia tidak meletakkan dan sekali gus tidak menerima kerajaan Allah SWT dibumi. Ini juga bermakna manusia tidak mengambil Allah SWT sebagai Pemimpin kepada manusia. Apabila manusia tidak mengambil Allah SWT sebagai pemimpin maka sekali gus manusia tidak mengambil Allah SWT sebagai Tuhan mereka. Apakah sanggup anda semua berbuat demikian.

Secara mudah dan jelas boleh disimpulkan sebegini:

Menolak wakil Rasulullah saw bererti menolak Rasulullah saw. Menolak Rasulullah saw bererti menolak Allah SWT. Apakah ini terjadi atau tidak maka nilailah sendiri. Manusia selalu alpa dan lalai. Di mulutnya mengucapkan Allah dan Rasul setiap hari, tetapi tidak sedar dia sedang mengkhianati Allah dan Rasul. Mulut mengucapkan tapi hati mereka mati sebenarnya. Jika umat Islam melantik pemimpin selain daripada wakil Rasulullah saw maka mereka secara langsung atau tidak langsung menolak Allah SWT. Bernaunglah mereka dibawah pemimpin itu untuk kesenangan didunia ini. Solat mereka sudah tidak bererti kepada Allah SWT. Jika solat sudah tidak bererti maka faham-fahamlah sendiri..............

Pilihan untuk bersama Allah SWT atau tidak, utk ke syurga atau neraka, terletak ditangan anda sendiri. Lakum dii Nukum Waliyadin.

AHLUL BAIT & KEPIMPINAN "ULAMA"

Cahaya Atas Cahaya

﴿ ٱللهُ نُورُ السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكاةٍ فيها مِصْباحٌ الْمِصْباحُ في‏ زُجاجَةٍ الزُّجاجَةُ كَأَنَّها كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لا شَرْقِيَّةٍ وَلا غَرْبِيَّةٍ يَكادُ زَيْتُها يُضي‏ءُ وَلَوْلَمْ تَمْسَسْهُ نارٌ نُورٌ عَلى‏ نُورٍ يَهْدِي اللهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشاءُ وَ يَضْرِبُ اللهُ الْأَمْثالَ لِلنَّاسِ وَ اللهُ بِكُلِّ شَيْ‏ءٍ عَليمٌ ﴾

Allah SWT berfirman:

“ Allah adalah cahaya seluruh langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah tempat pelita yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu berada dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh berkah, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api (lantaran minyak itu sangat bening berkilau). Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (An Nur: 35)

"Allah adalah cahaya seluruh langit dan bumi" Allah SWT menguasai segala yg dilangit dan dibumi dengan cahayaNya. Setiap sesuatu yg diciptakanNya bermula dari cahaya yg satu. Kemudiannya cahaya itu berpecah menjadi 2 dalam bentuk unsur hitam dan putih. Cahaya Hitam adalah unsur dunia manakala Cahaya Putih pula berunsur akhirat.Dari cahaya yg berunsur hitam ianya berpecah menjadi 4 keperluan asas utk dunia iaitu tanah,air,api dan angin. Daripada 4 perkara asas itu maka terjadinya Alam dan Manusia. Dari cahaya yg berunsur putih pula ianya berpecah menjadi 4 jenis keperluan asas utk akhirat iaitu Syariat,Tarekat,Hakikat dan Makrifat. Semua ilmu berasal dalam bentuk cahaya sebelum ilmu itu dizahirkan melalui manusia. Daripada 4 perkara ini terbentuknya Islam dan masa. Mungkin anda bertanya bagaimana daripada Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat boleh wujudnya Masa.

Allah SWT mempunyai kaedah dan tertib didalam penciptaanNya. Allah SWT tidak mencipta manusia lebih dulu dan kemudiannya baru mencipta dunia. Dunia dijadikan lebih dulu sebelum Nabi Adam as engkar pada perintah Allah SWT. Manusia akan melakukan yg sebaliknya. Ini membuktikan Allah SWT itu Maha Mengetahui sedangkan manusia diciptakan tanpa berilmu. Islam lebih dulu diciptakan sebelum diciptakan alam dan manusia. Kerana adanya Islam lah masa diciptakan dan bukan sebaliknya.

Islam perlu dimulakan didalam keadaan bermasa dan berakhir didalam keadaan yg tidak bermasa. Islam perlu dimulakan didalam keadaan berdunia dan berakhir didalam keadaan tidak berdunia. Pertamanya Islam diciptakan dalam bentuk Nur Ilahi, yg keduanya manusia dlm bentuk Nur Muhamad, yg ketiganya Masa dalam bentuk Nur Ain dan yg keempatnya dunia dalam bentuk Nur Alam. Apabila penciptaan itu dizahirkan daripada bentuk cahaya kepada bentuk nyata maka ia bermula dari yg keempat iaitu Dunia dan kemudiannya Masa,Manusia dan akhirnya Islam. Allah SWT menggunakan konsep dimana ianya berakhir, maka disitulah ianya bermula kembali.

Apabila Islam diciptakan lebih dulu daripada yg lain maka ini membuktikan Allah SWT telah menyediakan ubat lebih dulu daripada penyakit. Allah SWT tidak akan mengizinkan sesuatu masalah itu terjadi sekiranya jalan penyelesaiannya tidak disediakan didalam Al Quran. Kenapakah umat Islam tidak berjumpa dengan jalan penyelesaian kepada masalah yg dihadapi sekarang melalui Al Quran?

*** Disini tidak dijelaskan tentang penciptaan Malaikat dan Jin kerana ia memerlukan ilmu Makrifat utk memahami konsep penciptaan Nur dan Api.

"Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah tempat pelita yang di dalamnya ada pelita besar". Nur Ilahi diumpamakan seperti sebuah tempat yg didalamnya ada pelita iaitu Al Quran. Al Quran adalah seumpama sebuah pelita besar yg memancarkan cahaya utk menerangi hati manusia dengan Nur Ilahi.

"Pelita itu berada dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh berkah, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api (lantaran minyak itu sangat bening berkilau)". Al Quran yg bercahaya itu pula berada didalam Nur Muhamad dan Nur Muhamad pula berada didalam diri Rasulullah saw. Nur Muhamad diumpamakan seperti kaca yg seakan-akan bintang yg bercahaya. Kaca yg bersih itu boleh membiaskan cahaya manakala bintang membawa maksud petunjuk arah yg tepat. Nur Muhamad berfungsi seumpama cermin yg akan membiaskan cahaya Allah SWT ke hati manusia utk memberi petunjuk ke jalan yg benar. Nur Muhamad boleh diumpama seperti kilauan yg ada didalam sebuah lampu suluh atau lampu kereta. Cahaya yg terpancar dari mentol itu akan dibiaskan oleh kilauan yg ada didalam lampu tersebut supaya cahaya akan menyuluh ke hadapan utk menerangi jalan. Begitulah juga caranya Nur Muhamad membiaskan Nur Allah ke hati manusia. Jika hati manusia itu berkilau dengan Nur Muhamad, maka dia pula akan membiaskan cahaya itu kepada manusia yg seterusnya.

"yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh berkah, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api (lantaran minyak itu sangat bening berkilau)". Perumpamaan minyak pada ayat ini membawa maksud kalimah. Dengan wujudnya kalimah didalam diri manusia maka terpancarlah cahaya Nur Muhamad didalam hatinya. Perumpamaan pokok zaitun yg tidak tumbuh di timur atau dibarat bermaksud agama iaitu Islam. Hanya melalui Islam saja manusia boleh menghidupkan kalimah didalam hatinya. Islam mesti berkembang ke seluruh dunia tanpa ada persempadanan timur atau barat.

Cahaya di atas cahaya bermaksud Para-para Nabi adalah cahaya yg membawa cahaya. Rasulullah saw adalah penghulu para-para Nabi dan Nur Muhamad bersumber daripada Rasulullah saw. Nabi Muhamad yg pertama dijadikan dan yg terakhir diutuskan. Nur Muhamad wujud didalam diri para-para Nabi sebagai pembawa Nur Allah kepada manusia.

Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki. Para-para Nabi hanya sebagai pembawa petunjuk sahaja tetapi akhirnya Allah SWT jualah yg akan menentukan kesudahannya. Kalau orang itu diterima maka Allah SWT yg akan membawa manusia itu kepada cahayaNya.

Kesimpulannya:

1. Ada 4 lapisan cahaya yg terkumpul didalam satu pusat cahaya.

2. Cahaya itu terbahagi pula kepada 2 pasangan iaitu Nur Ilahi dan Nur Muhamad.

3. Nur Ilahi adalah cahaya dilangit dan Nur Muhamad pula adalah cahaya dibumi.

4. Cahaya Al Quran dan Nur Muhamad bersatu didalam diri Rasulullah saw. utk
membentuk perhubungan diantara Allah SWT dan RasulNya.

5. Nur Muhamad berfungsi sebagai pembias cahaya daripada Al Quran kepada manusia
melalui saluran utamanya iaitu Rasulullah saw.

6. Hati yg dihidupkan dengan kalimah akan menghidupkan pula Nur Muhamad didalam
hatinya.

7. Hati yg hidup dengan Nur Muhamad pula akan tertangkap kepada cahaya Al Quran yg
dibiaskan dari Rasulullah saw.

Pecahan Cahaya'

1. Nur Ilahi berpecah menjadi 99 asma (asma ul husna)
2. Nur Al Quran berpecah menjadi 7 (Al Fatihah)
3. Nur Muhamad berpecah menjadi 5 (Adam,Nuh,Ibrahim,Musa,Muhamad)
4. Nur Islam berpecah menjadi 3 (Khalifah,Imam,Ulama)
5. Nur Syahadah hanya menjadi 1 (Kalimah)

Rasulullah bersabda:

"Aku telah diutuskan dalam keadaan yang terbaik pada semua keturunan anak Adam, sejak kejadian mereka" (Sahih Bukhari, Jild 4, Buku 56, No. 757)

Nur Muhamad yg hidup dihati adalah tempat utk Nur Ilahi bertapak. Nur Muhamad berfungsi seperti sebuah cermin yg akan menangkap Nur Ilahi dari Al Quran dan membiaskan pula Nur Ilahi itu ke hati manusia utk mendapat petunjuk. Apabila kalimah hidup dalam hati manusia maka bersinarlah Nur Muhamad yg ada didalam hatinya. Dengan bersinarnya Nur Muhamad maka tertangkaplah Nur ilahi kedalam hatinya seperti lensa kamera video yg menangkap cahaya. Nur Muhamad kemudiannya membiaskan Nur Ilahi ke hati manusia yg seterusnya. Dengan cara ini maka Nur Ilahi akan terpancar dari satu manusia ke satu manusia yg lain dan begitulah seterusnya cahaya itu berjalan. Nur Muhamad bersumber daripada Rasulullah saw dan Nur Muhamad itu diwariskan pula kepada ahlul bait Baginda setelah kewafatan Baginda saw. Sebab itu Baginda saw berpesan supaya manusia mesti berpegang dua perkara iaitu Kitabullah Azza Wa Jal dan Ahlul Bait Baginda. Tanpa kedua-duanya maka manusia akan sesat kerana tidak akan mendapat petunjuk daripada Allah SWT. Maka perhatikanlah bagaimana kita memperlakukan kepada keduanya setelah kewafatan Rasulullah saw. Inilah perkara yg patut ulama perhatikan.
"Sesungguhnya aku meninggalkan bagi kamu dua buah benda peninggalan yang berat kadarnya, pada lain riwayat, sesungguhnya aku meninggalkan bagi kamu dua peninggalan yang jika kamu berpegang padanya tidak akan kamu sesat sepeninggalanku. Salah satunya lebih besar dari yang kedua, yaitu kitab Allah azza wajalla seumpama tali penghubung yang kokoh terentang dari langit sampai kebumi dan keluargaku ahlil baitku, keduanya tidak akan terpisah satu dengan yang lain hingga bertemu denganku diakhirat ditelaga Haudh/kautsar maka perhatikanlah kamu bagaimana kamu sepeninggalku memperlakukan keduanya".

Diriwayatkan oleh Muslim dan tirmidzi

Umat Islam sepatutnya dibimbing oleh Ulama-Ulama yg berbai'at dengan wakil Rasulullah saw. Dengan cara ini barulah ulama tersebut diberi petunjuk melalui Al Quran bagaimana utk menyelesaikan masalah yg dihadapi oleh umat Islam sekarang. Keadaan umat Islam sekarang seperti layang-layang terputus tali. Perhubungan ulama dengan Rasulullah saw tidak wujud lagi. Maka Ulama hanya boleh bergantung kepada ilmunya sahaja. Masalah pasti tidak selesai. Perhubungan ulama sekarang dengan Rasulullah saw terputus angkara perbuatan Yahudi yg sememangnya memahami bagaimana utk melemahkan Islam. Mereka sudah menjalankan kerja jahat ini beratus-ratus tahun dahulu semasa era penjajahan. Janganlah kita saling menuding jari. Umat Islam terdahulu pun jangan disalahkan malah kita harus berterima kasih kepada mereka kerana diatas usaha dakwah mereka juga kita hari ini beragama Islam. Binalah semula Islam dalam semangat berkasih sayang kerana Allah SWT. Insafi lah betapa kasihnya Rasulullah saw kepada kita. Mudah-mudahan melalui ayat dan hadis diatas Allah SWT memberi petunjuk kepada kita tentang apakah punca masalah umat Islam pada hari ini.

Islam Dan Kepimpinan

Setelah penjajahan melanda wilayah2 Islam, kepimpinan Islam telah diserang dengan hebat. Dengan tertegaknya sistem kufar sekali gus ini mematikan kuasa Raja dan Ulama utk berkuasa semula didalam kerajaan. Penjajah sudah pastikan hanya kepimpinan Melayu yg sudah disebatikan dengan pendidikan barat sahaja boleh diberikan kuasa utk membentuk kerajaan. Sejak itu umat Islam berada pada satu tahap kekeliruan fahaman yg kritikal. Pelajar-pelajar yg memegang diploma, ijazah, masters dan Phd dalam bidang syariat mula diberi tempat didalam pentadbiran Islam. Pentadbiran Islam pula telah diletakkan dibawah kuasa politik. Apakah dengan menguasai ilmu dibidang syariat sahaja sudah melayakkan seseorang itu utk berfatwa bagi pihak Allah SWT. Benarkah begitu caranya Islam ditadbir bagi pihak Allah SWT?

Islam terbentuk daripada 4 komponen iaitu Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat. Setiap satu komponen itu mempunyai fungsinya tersendiri. Syariat hanyalah salah satu daripada komponen yg diperlukan untuk menghidupkan Islam di sepanjang zaman. Sistem pendidikan Islam sekarang tidak merangkumi pengajian Tarekat, ini tidak menepati keperluan pendidikan Islam yg sempurna. Tarekat tidak berfungsi maka Hakikat dan Makrifat akan mati. Apabila makrifat mati maka fungsi Al Quran juga akan turut mati. Apa ertinya Islam tanpa cahaya Al Quran?

Daripada Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: Telah bersabda Rasulullah saw.; "Sudah hampir sampai suatu masa di mana tidak tinggal lagi daripada Islam ini kecuali hanya namanya, dan tidak tinggal daripada Al-Quran itu kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka tersergam indah, tetapi ia kosong daripada hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong (naungan) langit. Dari mereka berpunca fitnah, dan kepada mereka fitnah ini akan kembali".
Di riwayatkan oleh al Baihaqi.

Cuba kita renungkan hadis diatas. Perkataan ‘ulama mereka’ ditujukan kepada ulama pada zaman Islam sudah tinggal nama, Al Quran hanya tinggal tulisan dan mesjid tersergam indah tapi kosong daripada hidayah. Perkataan ‘fitnah’ di dalam hadis diatas pastinya dikaitankan dengan fahaman yg disampaikan oleh ulama tersebut pada umat Islam dizaman itu sehingga berlakunya tiga masalah seperti yg disebut didalam hadis diatas. “Ulama mereka” dan Ulama Pewaris Nabi adalah dua kategori ulama yg berbeza.

Apabila Tarekat pupus, maka Hakikat dan Makrifat turut sama pupus. Ini bermakna tiada lagi golongan Hakikat dan Makrifat di dalam masyarakat Islam. Jika Makrifat sudah pupus maka muncul ulama-ulama seperti yg dimaksudkan di dalam hadis tersebut. Manusia yg belum mencapai taraf Makrifat adalah manusia yg belum sempurna Islamnya. Oleh kerana pada masa itu sudah tidak ada lagi manusia yg sampai ke peringkat Makrifat, maka umat Islam melantik orang-orang yg mempunyai ilmu agama tetapi belum sempurna Islamnya untuk menjadi ‘ulama mereka’.

Daripada Abdullah bin Amr bin 'ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Bahawasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain." Di riwayatkan oleh Muslim.

Di dalam hadis diatas menerangkan Allah SWT akan mencabut atau menghilangkan ilmu agama daripada umat Islam dengan mematikan ulama. Bagaimana istilah ulama ini nak ditakrifkan pada zaman ini? Ada 2 kategori ulama dimana yg satunya berkhidmat didalam kerajaan dan yg satu lagi tidak berkhidmat didalam kerajaan. Setelah Sistem Khulafa dihapuskan oleh Yahudi, British dan Freemason, maka Khalifah Islam pun tenggelam sama. Apabila Khalifah tiada maka tiadalah wakil Rasulullah saw didunia ini. Dengan siapa ulama nak berbai'at? Ulama sepatutnya mewakili Rasulullah saw utk menyambung tugas Rasulullah saw didunia ini. Itu sebab ianya di panggil Ulamak Pewaris Nabi. Bagaimana pula Ulama Pewaris Nabi boleh terhubung dengan Raulullah saw setelah kewafatan Baginda?

Rasulallah saw bersabda:

"Sesungguhnya aku meninggalkan bagi kamu dua buah benda peninggalan yang berat kadarnya, pada lain riwayat, sesungguhnya aku meninggalkan bagi kamu dua peninggalan yang jika kamu berpegang padanya tidak akan kamu sesat sepeninggalanku. Salah satunya lebih besar dari yang kedua, yaitu kitab Allah azza wajalla seumpama tali penghubung yang kokoh terentang dari langit sampai kebumi dan keluargaku ahlil baitku, keduanya tidak akan terpisah satu dengan yang lain hingga bertemu denganku diakhirat ditelaga Haudh/kautsar maka perhatikanlah kamu bagaimana kamu sepeninggalku memperlakukan keduanya". (Diriwayatkan oleh Muslim danTarmidzi)

Daripada hadis diatas kita lihat Rasulullah saw mengaitkan Ahlul Bait Baginda dengan Al Quran dan ditegaskan lagi bahawa keduanya tidak akan terpisah hingga ke akhirat kelak. Islam yg kita amalkan hari ini adalah Islam tanpa ahlul bait dan cahaya Al Quran. Kedua-duanya adalah satu pakej yg tidak boleh dipisahkan. Malah Baginda menegaskan selagi mana manusia berpegang kepada keduanya selepas kewafatan Baginda maka umat Islam tidak akan sesat. Persoalannya apakah ulama dan umat Islam sekarang berpegang kepada kedua-duanya atau hanya memegang kepada ayat-ayat Al Quran sahaja? Apakah dengan berkata “kami menghormati dan menyayangi ahlul bait” tanpa perlu berbai’at sudah dikira mencapai maksud “berpegang” seperti yg ditegaskan oleh Rasulullah saw didalam hadis diatas. Bukankah berbai’at adalah cara dan tertib yg sepatutnya menjadi amalan didalam soal menzahirkan perhubungan yg sebegini. Kita masih mempunyai Al Quran ditangan kita. Tetapi adakah Al Quran yg ada ditangan kita itu masih mengandungi cahaya atau sekadar tinggal tulisan sahaja? Sepatutnya dengan meneliti kedua-dua hadis diatas kita sudah boleh keluar dari kekeliruan. Ini juga sudah cukup utk menjawab kenapa umat Islam lemah dan berpecah belah sekarang. Yg sepuak berpegang kepada ahlul bait dengan caranya, yg sepuak lagi berpegang kepada Al Quran dan Sunnah dengan caranya, yg sepuak berpegang kepada ulama-ulamanya, yg sepuak pula menolak Tarekat, Tasawuf dan Sufi dll. Tidak ada satu pun yg berpegang dengan sebenar-benar pegang kepada yg sepatutnya dipegang secara menyeluruh dan mengikut tertib yg sebenar. Semuanya membuat kesimpulan yg membuat mereka tersimpul dengan ilmu-ilmu dan fahaman-fahaman mereka sendiri. Ulama sekarang hanya berpegang kepada ayat-ayat Al Quran, Sunnah dan ilmu-ilmu dari kitab2 ulama terdahulu. Itu semua hanya kulitnya sahaja. Yg menjadi isinya adalah cahaya Al Quran. Berpandukan semua yg diatas tanpa Nur Ilahi apa jadinya?

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda. "Lagi akan datang kepada manusia tahun-tahun yang tandus. Dan pada waktu itu orang yang berdusta dikatakan benar dan orang yang benar dikatakan berdusta. Orang khianat akan disuruh memegang amanah dan orang yang amanah dikatakan pengkhianat. Dan yang berpeluang bercakap hanyalah golongan "Ruwaibidhah"”. Sahabat bertanya, "Apakah Ruwaibidhah itu hai Rasulullah?". Nabi saw. menjawab, "Orang yang kerdil dan sebenarnya hina dan tidak mengerti urusan orang ramai”. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah.


Disaat ini umat Islam sangat2 memerlukan kepimpinan agama utk menyelesaikan segala masalah yg dihadapi oleh umat Islam. Ulama tidak berfungsi mengikut keperluan semasa. Ulama sepatutnya tertumpu kepada masalah2 yg besar seperti Riba, Daulah Islam dll. Kerja yg sepatutnya boleh diselesaikan oleh juruteknik tetapi jurutera yg sibuk menanganinya. Padahal kerja jurutera ditinggalkan. Sudah jelas didalam hadis Rasulullah saw bahawa masalah yg paling besar diakhir zaman ini ialah Riba dan Kepimpinan. Ini bermakna ekonomi dan politik adalah masalah yg perlu ditangani oleh kepimpinan agama. Jika dia benar2 ulama maka pasti Allah SWT beri petunjuk dan jalan utk menyelesaikan masalah ini. Seandainya dia tidak diberi petunjuk dan jalan penyelesaiannya maka dia sepatutnya sedar siapa dirinya dan siapa yg diwakilinya.

Jalan penyelesaian ada ditangan siapa? Itu harus dicari dan bukannya mengalih tumpuan kepada hal2 yg furu. Apakah soal doa qunut, kenduri arwah dll itu belum selesai? Oleh kerana ulama2 sebegini maka orang2 yg sepatutnya lebih layak tidak mendapat tempat sebagai pemimpin. Maka selamanyalah umat Islam dimundurkan dengan ilmu-ilmu mereka dan kegilaan2 mereka itu.

Daripada 3 hadis diatas maka boleh disimpulkan bahawa Islam berada ditahap yg kritikal kerana soal kepimpinan agama. Umat Islam sudah terputus hubungan dengan Rasulullah saw dan juga Al Quran. Inilah faktor yg menyebabkan bantuan Allah SWT kepada umat Islam terbantut. Ilmu-ilmu baru tidak sampai. Fahaman Islam sudah keinggalan zaman. Proses memperbaharui urusan agama juga terhenti. Khalifah, Mujadid, Wali dan Ulama Pewaris Nabi yg menjadi tunggak kepada kekuatan Islam telah digantikan dengan "Ruwaibidhah" dan “ulama mereka”. Umat Islam dan Islam sudah jadi apa sekarang?

Persoalannya adalah adakah "ulama mereka" dan "Ruwaibidhah" boleh membangkitkan Islam dan menyelamatkan umat Islam sekarang? Apakah umat Islam masih bermimpi disiang hari? Kalau mahu menikmati rasa manis, ambil lah manis itu dari madu dan bukannya dari mulut.Bukan kita yg sepatutnya mengejar dunia tetapi dunia yg sepatutnya mengejar kita. Pemimpin yg sepatutnya menguruskan kuasa dan bukannya kuasa yg menguruskan pemimpin.

* Cuba-cubalah umat Islam minta "ulama mereka" menjelaskan apa maksudnya Islam itu sebagai "agama resmi" sesebuah kerajaan. Istilah "agama resmi" itu bagaimana pula?