Tuesday, August 28, 2018

TIDAK ADA DASARNYA, SETAN ITU TAKUT OLEH AL QUR’AN


Kebanyakan orang takut oleh setan, sedangkan seharusnya kita tidak perlu takut kalau kita merasa orang yang beriman. Karena orang beriman sudah diberi kekuatan.

Al munafikuun 63:8
8. Mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita Telah kembali ke Madinah[1478], benar-benar orang yang Kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya." padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada Mengetahui.
[1478] Maksudnya: kembali dari peperangan Bani Musthalik.

Bagaimana mungkin orang yang disuruh mengabdi (manusia dan jin), takut kepada kitab yang seharusnya dijadikan pegangan/petunjuk dan pedomannya.

Adz Dzaariyaat 51:56
56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Dan kebanyakan pula orang, untuk menghindari gangguan setan tersebut dengan bacaan-bacaan al qur’an. Misalnya Ayat Kursi atau pakai surat-surat tertentu. Apa dasarnya, yang menerangkan bahwa setan takut pada ayat-ayat al Qur’an. Tentu itu kurang tepat, dan itu tidak akan membuat setan itu takut, malahan setan menertawakannya, mengulang bacaan yang kita bacakan. Kalaulah benar setan takut kepada Al Qur’an, mengapa sebelum kita membaca alquran, disuruh memohon perlindungan kepada Allah. Artinya Syaitan takut kepada orang yang meminta perlindungan kepada Allah.

An Nahl 16:98
98. Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Lihat, saat Rasulullah membacakan al quran, mereka (sekumpulan jin) mendengarkannya dan tidak takut malah merasa kagum terhadap Al quran.

Al Jin 72:1
1. Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: Telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami Telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,

Al Ahqaaf 46:29-32
29. Dan (Ingatlah) ketika kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, Maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". ketika pembacaan Telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.

30. Mereka berkata: "Hai kaum kami, Sesungguhnya kami Telah mendengarkan Kitab (Al Quran) yang Telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

31. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu[1390] dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

32. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah Maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata".

[1390] Maksudnya: dosa-dosa terhadap Allah.

UNTUK MENANGGULANGINYA GANGGUAN SETAN,
Fushshilat 41:36

36. Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, Maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.
Al Muminuun 23:97-98

97. Dan Katakanlah: "Ya Tuhanku Aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan.

98. Dan Aku berlindung (pula) kepada Engkau Ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku."
Ta auwdz yang paling sempurna adalah Al Falaq dan An naas ;

Al Falaq 113:1-5
1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,
2. Dari kejahatan makhluk-Nya,
3. Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita,
4. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul[1609],
5. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."
[1609] Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.

An Naas 113:1-6
1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
6. Dari (golongan) jin dan manusia.